Pembangunan Industri Dikawasan Geopark, Salahi Aturan???

34 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Munculnya polemik pembangunan peternakan oleh PT. Widodo Makmur Unggas di kawasan Geopark Gunung Sewu tepatnya di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu harus segera terurai.

Pemkab Gunungkidul sebaiknya segera menata kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk kawasan Industri.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul Demas Kursiswanto mengatakan, polemik pembangunan peternakan oleh PT. Widodo Makmur Unggas di kawasan Geopark Gunung Sewu harus segera diselesaikan dengan menata kembali RTRW tersebut.

“RTRW Kita perlu diperbaiki kembali untuk pembagian wilayah industri, peternakan, termasuk juga kawasan wisata,” katanya Demas, Minggu (16/9/2018).

Ia mengatakan bahwa pemerintah pusat sudah mempunyai foto satelit dan denah daerah mana saja yang masuk kedalam kawasan Geopark. Akan tetapi ada daerah yang sudah dimanfaatkan untuk tambang dan lainnya di area Geopark sehingga pemerintah pusat membuat kebijakan yang memperbolehkan kegiatan tersebut namun harus memenuhi peryaratan.

“Ada yang sudah menjadi kawasan tambang bertahun-tahun tetapi itu masuk kedalam Geopark contohnya di Bedoyo. Sehingga pemerintah pusat membuat kebijakan memperbolehkan hal tersebut tetapi memang harus memenuhi peryaratan seperti Amdal dll,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Irawan Jatmiko mengatakan kawasan Kecamatan Semanu merupakan kawasan pengembangan peternakan unggas sehingga peternakan yang berada di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu tidak menyalahi RTRW Kabupaten Gunungkidul.

“Kawasan Geopark itu penetapannya lebih belakangan, RTRW ditetapkan pada thaun 2005 sedangkan penetapan Geopark baru pada tahun 2013,” pungkas Irawan. (Bayu)

Related Post