Pembangunan Infrastruktur Jalan Menyerap Anggaran Rp103 Miliar

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari -Sejumlah proyek pembangunan jalan saat ini sudah berjalan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, sehingga akses menuju destinasi wisata semakin mudah. Pembangunan infrastruktur jalan untuk tahun ini menyerap anggaran total sebesar Rp103 miliar.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pengawasan Binamarga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Ashari Nurkholis mengatakan, sejumlah proyek akan segera terealiasi.

“Total anggaran sebesar Rp103 miliar. Setelah lelang selesai tahap berikutnya realisasi proyek,” katanya, Kamis (10/8/2017).

Dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp15 miliar digunakan untuk proyek rehabilitasi jalan. Sementara untuk proyek peningkatan menghabiskan anggaran Rp88 miliar. Untuk keseluruhan panjang jalan yang dikerjakan adalah sepanjang 1.136,66 kilometer.

Diakuinya, anggaran Rp103 tersebut selain dari APBD Gunungkidul juga didukung anggaran dari Pemda DIY dan Pemerintah Pusat.

“Kalau tanpa dukungan dana dari Pemda DIY dan Pemerintah pusat sangat berat, karena ini nilainya sangat besar,” kata dia.

Lanjutnya lagi, anggaran tersebut lebih banyak terserap untuk rehabilitasi dan peningkatan jalan di daerah selatan Gunungkidul. Pasalnya memang  kondisi infrastruktur jalan di empat kecamatan masing-masing, Saptosari, Girisubo, Tanjungsari dan Purwosari memang butuh penanganan serius.

Diketahui dari empat kecamatan tersebut kodisi jalan rusak berat sepanjang 337,04 kilometer; rusak ringan 157 kilometer; rusak sedang 126, 38 kilo meter; dankondisi baik sepanjang 515, 46 kilometer. Dia mencontohkan salah satu proyek yang sedang dibangun adalah ruas jalan simpang Kepek – Pantai Ngobaran 6, 60 kilo meter dalam kondisi rusak dan belum tersambung ke jalan lain.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah S.Sos mengatakan, selain perbaikan jalan yang rusak. Pemkab juga akan fokus untuk membangun jalur alternatif. Jalur alternatif itu diantaranya adalah penghubung jalur Sleman – Gunungkidul melalui Prambanan – Gading, dan Penghubung ke Klaten, Jawa Tengah dengan Gunungkidul melalui Cawas.

Untuk membangun jalur alternatif tersebut menelan anggaran Rp 44 miliar. Dan diperkirakan pada 2018 mendatang jalur sudah siap untuk dilalui.

“Dengan begitu, akses jalan dari dan menuju Gunungkidul bisa lebih mudah karena memecah kepadatan lalu lintas di jalur utama Jogja -Wonosari,” kata Badingah.

Diharapkan dengan pembangunan infratruktur jalan yang semakin masif, maka akses untuk wisatawan berkunjung ke Gunungkidul akan semakin mudah. Sehingga tujuan pertumbuhan pariwisata di Gunungkidul akan semakin pesat. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post