Pembuatan Patilo Sebagai Usaha Meningkatkan Diversifikasi Pangan Desa Hargosari

779 views

Hasil Produksi Patilo dan Krecek Akan Dipasarkan (Foto: Heri)


Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Selain kaya destinasi wisata, Kabupaten Gunungkidul memiliki berbagai macam makanan khas. Salah satunya Patilo. Patilo adalah makanan olahan dari ketela pohon yang diolah dengan langkah-langkah tertentu, sehingga bisa membentuk melingkar.

Mujiarti (33) warga Padukuhan Pakel, Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari mengatakan, selain pekerjaan yang setiap hari bertani disawah, untuk memenuhi kebutuhan ekonominya setiap hari ia pun memproduksi Patilo dari bahan ketela pohon, pengolahan makanan khas tersebut harus melewati langkah tertentu, untuk pembuatannya dari singkong yang terlebih dahulu digiling. Setelah itu, sari yang dihasilkan oleh olahan tersebut di ambil dari ampasnya.”nanti ampasnya didiamkan selama dua malam, terus sari yang dipisahkan, setelah kering sarinya baru di campurkan lagi,”katanya. Selasa (4/4/2017) siang.

Selain itu, ia juga memproduksi Krecek dan Lempeng, cara pembuatannya pun berbeda denga Patilo, untuk Krecek hanya diiris dan langsung dijemur diterik matahari selama setengah hari.”lebih mudah dalam pembuatannya dibandingkan Patilo,”jelasnya.

Untuk pemasaran hasil produksinya biasanya di ambil oleh seles dari Jogjakarta, Bantul, maupun Sleman. Biasanya dihari ramai atau lebaran pengambilan dua minggu bisa dua kali, namun kalau sepi hanya satu kali saja. Untuk harga per longsong patilo Rp 35.000 dan eceran per plastik Rp 2.000, Sedangkan perlongsong Krecek Rp 18.000.”Harga tergantung singkong, kalau langka ya nanti bisa lebih mahal,” tambahnya. (Heri)

Related Post