Pemerintah Larang Kegiatan Tambang di Kawasan Karst Gunung Sewu

574 views
image

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Saat Menghadiri Peresmian Pasar Desa Gari. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menilai batuan gamping dikawasan bentang alam karst Gunungsewu tidak boleh untuk ditambang. Untuk itu pemerintah daerah harus lebih hati-hati menangani perizinan tentang tambang.

“Sebagian kawasan bentang alam karst Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) gunungsewu yakni Gunungkidul, Pacitan, dan Wonogiri tidak boleh ditambang, untuk itu kita kelola dan tangani secara hati-hati,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya saat meresmikan Pasar Ekologi Argowijil, Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Selasa (18/4/2017).

DIkatakannya, tataan  tatanan ekosistem karst gunyungsewu memiliki keragamanan geologi bilologi dan budaya. Untuk itu pihaknya meminta kepada semua pihak untuk menjaga kelestarian.

“Tadi pak gubernur aspek budaya, dan beberapa uapaya yang dilakukan oleh desa menerapkan kearifan lokal dan aturan. Oleh karena itu mari kita jaga dengan baik, kita kelola dengan baik, dan konsisten,” ucapnya.

Dia mengapreisiasi langkah pemerintah DIY yang melarang wilayah lindung untuk ditambang.

“Mana yang baik untuk produktifitas sudah disampaikan secara detail, ucapan terima kasih tak terhingga karena sudah mengajak masyarakat memahami lingkungan dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan larangan keras oleh kegiatan pertambangan ilegal. Oleh karena itu tempat yang sudah mangkrak dan ditinggalkan para penambang batu harus bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak fasilitas masyarakat seperti pembangunan pasar desa.

“Pemerintah DIY dengan tegas melarang kegiatan tambang ilegal. Kawasan bekas tambang akan kamk gunakan untuk pembangunan fasilitas masyarakat agar lebih maju,” ungkap Sultan. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post