Pemerintah Sepakat Tekan Pernikahan Dini

591 views

Ilustrasi. Net


Gunungkidulpost.com – Playen – Pemda DIY terus berupaya menekan angka pernikahan dini yang kian memprihatinkan. Sepanjang tahun 2016   kasus pernikahan dini di Gunungkidul mencapai 74. Meski mengalami penurunan dibanding tahun 2015 yang menembus angka 109 kasus, namun Pemkab Gunungkidul bersama Pemda DIY terus menggelar sosialisasi ke masyarakat.

Kepala Bidang Keluarga Berencana, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY, Retno Nurmawati mengatakan, angka pernikahan dini di Gunungkidul memang telah memiliki tren penurunan.   Pihaknya mengaku kini terus berupaya untuk menekan angka pernikahan dini melalui sosialisai di sejumlah kecamatan di empat kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Gunungkidul. 

“Sepanjang 2017 ini kami sudah menyosialisasikan di 10 kecamatan di DIY, termasuk di Kecamatan Playen ini,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (20/3/2017).

Dia menjelaskan, pernikahan usia dini termasuk sebagai sumber persoalan. Pasalnya dari sejumlah kasus yang dia temui, banyak diantara mereka yang kemudian putus sekolah akibat menikah dini. Selain itu juga mengalami persoalan ekonomi ketika sudah berkeluarga.“Dari pernikahan dini itu rentan terhadap segala macam resiko. Misalnya ketika sudah menikah mereka akan bisa saja bercerai karena memang belum siap,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Playen, Suyanto mengatakan, kasus perikahan dini di wilayahnya telah menjadi perhatian serius. Pasalnya pada 2016 lalu Kecamatan Playen menjadi salah satu penyumbang terbanyak yakni 26 kasus.

Pihaknya bersama sejumlah elemen tokoh masyarakat gencar melakukan koordinasi untuk menekan angka pernikahan dini. “Paling tidak sekarang ini jika dibandingkan dengan kasus 2016 lalu, sampai 20 Maret 2017 baru terdapat satu kasus pernikahan dini di Playen,” ungkapnya. (Bayu)

Related Post