Pemindahan Sementara Pasar Playen Penuh Polemik

Gunungkidulpost.com – Playen – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Gunungkidul memilik Desa Playen untuk dijadikan tempat sementara pemindahan pasar selama masa Revitalisasi.

Anggaran menjadi bahan pertimbangan untuk pemindahan pasar sementara.

Namun hal itu menuai penolakan keras oleh masyarakat Desa Ngawu.
Lantaran awalnya pembangunan Pasar sementara dilakukan di lapangan Desa Ngawu.

“Jika dipindah ke lapangan Desa Ngawu anggaran tidak mencukupi,” kata Kepala Disperindag, Gunungkidul, Hidayat kepada wartawan, Kamis (15/2/2018).

Menurut Hidayat, berdasarkan Peraturan Desa (Perdes) Desa Ngawu biaya sewa lahan mencapai Rp200.000/hari. Sehingga dinas tidak mampu untuk mengeluarkan anggaran sebesar itu.

“Kami rencana membutuhkan waktu satu sampai dua tahun selama masa perbaikan Pasar Playen. Jadi cukup besar juga anggarannya,” ujarnya.

Sementara itu di Desa Playen, menurutnya harga lebih luwes dapat menyesuaikan anggaran, karena tidak ada Perdes yang mengatur untuk biaya sewa lapangan.

Untuk Pasar Playen yang direvitalisasi sendiri pada tahun ini telah dianggarkan Rp2,5 Miliar. Dan di tahun depan akan kembali dianggarkan untuk pembangunan tahap duanya. Rencana awal akan diperkirakan mulai Maret mendatang.

Pedagang dan masyarakat, Ngawu, Playen menyayangkan pemindahan sementara Pasar Tradisional Playen ke lapangan desa Playen, Playen, yang rencana awalnya di lapangan desa Ngawu, Playen.

Rencana tersebut membuat masyarakat Ngawu geram, karena tidak terlebih dahulu dikomunikasikan dengan masyarakat.

“Tidak ada komunikasi terlebih dahulu ke masyarakat, padahal rencana awal di lapangan desa Ngawu,” ujar Kordinator Forum RT dan RW Desa Ngawu, Suharjono.

Masyarakat juga mengindikasi ada sesuatu yang tidak beres, karena sejak awal lapangan di Desa Playen tidak menjadi opsi pemindahan sementara itu, saat ini malah langsung jadi pilihan tanpa dikomunikasikan, dan proses pembangunan sudah mulai berjalan.

“Pasti ada yang tidak beres, karena tak ada komunikasi terlebih dahulu dengan masyarakat desa Ngawu,” tutupnya. (Bayu)

Related Post