Pendidikan Pancasila Masih Diperlukan

image

Forum Lintas Iman Saat Menyongsong Hari Lahirnya Pancasila. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dihapuskannya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjadi hanya Pendidikan Kewarganegaraan di semua jenjang pendidikan membawa konsekuensi ditinggalkannya nilai-nilai Pancasila, seperti musyawarah, gotong royong, kerukunan, dan toleransi beragama.

Padahal, nilai-nilai seperti itu kini sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan suatu bangsa yang pluralistis.

Salah satu Koordinator Forum Lintas Iman Gunungkidul, Dwi Wahyu Prasetyo  mengatakan, kini sangat sulit menanamkan nilai-nilai seperti musyawarah, gotong royong, dan toleransi beragama kepada murid-murid karena pelajaran Kewarganegaraan lebih menekankan aspek wacana dan hafalan.

”Sesuai kurikulum, materi yang diberikan memang hanya hafalan dan penambahan pengetahuan. Sedikit peluang penanaman nilai dan pembentukan moral anak,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (1/6/2017).

Di jenjang SMA, misalnya, ditekankan soal hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan, sistem hukum dan peradilan nasional, serta peranan lembaga-lembaga peradilan. Ditekankan pula soal partai politik, pemberantasan korupsi, penegakan hak asasi manusia, serta kedudukan warga negara.

Pancasila hanya disinggung sedikit, itu pun hanya satu bab dalam materi Pancasila sebagai ideologi terbuka.

”Pendidikan karakter yang dibebankan kepada guru tak akan efektif karena kurikulum yang ada tidak aplikatif,” ujarnya.

Sehingga melalui peringatan hari lahirnya Pancasila ini, pihaknya berharap kepada Kementerian Pendidikan dan Disdikpora untuk segera mengembalikan kurikulum Pendidikan Pencasila dan Kewarganegaraan seperti yang dulu pernah canangkan di sekolah.

“Kami meminta untuk segera dikembalikan kurikulum Pendidikan Pencasila dan Kewarganegaraan. Karena itu sangat penting untuk pendidikan berkarakter,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post