Penetapan Tersangka Terhadap Kepsek Diduga Cabuli Siswi Tunggu Gelar Perkara

381 views

image

Ilustrasi/net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Oknum kepala sekolah terduga kasus pencabulan terhadap siswa di salah satu SMK Swasta di Gunungkidul mulai menjalani pemeriksaan. Meski demikian, polisi belum bisa menetapkan pelaku sebagai tersangka.

Panit Humas, Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino mengatakan, proses penyelidikan kasus pencabulan hingga saat ini terus dilakukan. Diantaranya, melalukan pemeriksaan terhadap S terduga kasus pencabulan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Gunungkidul. Meski begitu, untuk menetapkan S sebagai tersangka petugas harus menunggu gelar perkara yang dilakukan satuan reskrim.

“Pemeriksaan dilakukan Jumat (11/11/2016) kemarin, tetapi S hanya menjadi saksi belum kita naikkan tersangka,” katanya, Rabu (16/11/2016).

Menurut Ngadino, dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan Pelecehan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur itu, polisi telah menyiapkan pelanggaran tindak pidana yang dilakukan oleh S. Dengan ancaman Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 perubahan Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. 

“Kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka bakal dijerat pasal perlindungan anak, dengan ancaman pidana minimal lima tahun penjara,” ujarnya.

Untuk itu, Ngadino berharap kepada masyarakat agar bersama-sama melakukan pengawasan terhadap anak-anak serta lebih meningkatkan komunikasi keluarga sehingga tindak pidana yang menimpa anak mampu diantisipasi.

“Kita menghimbau kepada orang tua yang memiliki anak-anak di bawah umur khususnya perempuan agar senantiasa mengawasi dan sering berkomunikasi. Sehingga anak tersebut akan lebih terbuka,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Seorang siswi di salah satu SMK swasta di Gunungkidul menjadi korban atas dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum kepala sekolah berinisial S. Tak terima perlakukan oknum kepala sekolah tersebut, orang tua korban melaporkan kejadian unit pelayanan perempuan dan anak (UPPA) di Polres Gunungkidul, Jumat (4/11/2016).

Informasi yang dihimpun Gunungkidulpost.com menyebutkan, peristiwa bejat itu sudah berlangsung dalam kurun waktu 7 bulan ini dari bulan Januari hingga September. Bahkan menurut keterangan warga sekitar, korban sering diajak menginap oleh oknum kepala sekolah tersebut hingga berkali-kali melakukan pencabulan.

 

Namun selama berjalannya waktu tingkah laku korban terlihat aneh dari biasanya. Korban sering mengurung didalam kamar dan enggan untuk bersekolah. Orang tua yang merasa curiga atas kelakukan korban, kemudian menanyakan kepada korban. Ternyata korban telah dicabuli oleh oknum kepala sekolahnya sendiri. Tak terima dengan perlakukan oknum kepala sekolah tersebut kemudian melapor ke Polres Gunungkidul. (Nena)

kepalasekolahcabulisiswi

Related Post