Pengunjung Goa Pindul Akan Dikenakan Tarif Pajak

49 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai tahun 2019 mendatang akan memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) no 6 tahun 2017 tentang kawasan pajak hiburan.

Imbas dari Perda ini yakni pengunjung Gua Pindul akan tetap dikenakan pajak.

Untuk saat ini Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sedang gencar dalam melakukan sosialisasi kepada operator Gua Pindul.

Kepala Bidang Pendapatan dan Pengawasan BKAD Mugiyono, mengatakan mulai tahun depan Pemkab akan memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) no 6 tahun 2017 tentang kawasan pajak hiburan.

“Beberapa hari lalu kami melakukan pertemuan dengan pelaku wisata di Gua Pindul, kegiatan tersebut adalah sosialisasi perda pajak,” katanya kepada wartawan, Minggu (23/9/2018).

Ia mengatakan sosialisasi sudah dilakukan sebanyak 5 kali dan sudah mulai menemukan kesimpulan.

“Prinsipnya para operator sudah sepakat untuk dikenakan pajak, tetapi yang menjadi persoalan adalah besaran biaya tarif masuk ke Gua Pindul yang masih belum sama,” paparnya.

Ia mengatakan dalam tahap awal sosialisasi pembebanan pajak ke Gua Pindul mendapatkan penolakan dari warga sekitar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BUMDes untuk mengundang semua operator untuk menyamakan tarif, jika tarif sama maka tidak akan ada lagi kecemburuan antar operator,” bebernya.

Ia mengatakan saat ini untuk biaya retribusi ke Gua Pindul dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu.

“Jika nanti Perda tersebut sudah berlaku efektif pada 2019 mendatang maka pengunjung akan dikenakan biaya pajaksebesar Rp 4 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu seorang operator Wisata Gua Pindul, Ari mengatakan, tidak mempermasalahkan jika nantinya akan dibebankan paajak untuk masuk ke Gua Pindul.

“Yang perlu diperhatikan adalah penyeragaman besaran tarif masuk karena hingga saat ini masih belum sama,” tandasnya. (G1)

Related Post