Peredaran Upal, Masyarakat Merasa Cemas

497 views

Ilustrasi.net



Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tertangkapnya para pengedar uang palsu di wilayah Gunungkidul, membuat sejumlah pedangang di kecamatan Wonosari resah jika upal tersebut sudah beredar luas.

Salah seorang pedagang warung kelontong kecamatan Wonosari, Anto mengaku khawatir maraknya peredaran Upal yang saat ini terjadi. Ia takut Upal beredar di warungnya. “Jujur saja, kabar tentang uang palsu itu sudah kemana-mana. Saya khawatir jika terus menyebar, para pedagang-pedagang lain juga turut menjadi korban,” ungkapnya.

Ia berharap polisi segera mengusut tuntas dalang dari peredaran Upal tersebut. Agar para pedagang tidak cemas. “Kalau sudah diusut tuntas maka para pedang tidak khawatir lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino mengatakan, hingga saat ini kasus tersebut dalam tahap penyelidiki. Untuk itu masyarakat dihimbau lebih berhati-hati menerima uang dari orang lain. “Mengecek keaslian uang itu dapat dilakukan dengan tiga cara sederhana. Melihat kondisi uang dengan seksama, diraba dan diterawang,” jelasnya.

Ngadino juga meminta masyarakat, jika menemukan kejanggalan pada uang yang diterimanya, termasuk para pedagang, agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. “Kalaupun ditemukan adanya kejanggalan segera melapor,” ucapnya.

Untuk diketahui sebelumnya, oknum polisi berpangkat kompol MY dan temannya NK terpaksa harus mendekam di jeruji besi. Keduanya ditangkap Jajaran Kepolisian Polsek Saptosari lantaran nekat mengedarkan uang palsu atau biasa disebut upal, Rabu (19/10/2016) lalu.

Selain mengamankan pelaku polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang palsu sejumlah Rp 54 juta. Selain itu, juga turut diamankan rokok jarum super 25, Gudang Garam 10, Sampurna 2, Minuman botol, lampu bolam, dan senjata api jenis pistol. (Nena)

Related Post