Peringati Hari Jadi Desa Bejiharjo Dengan Mengupas Sejarah

image

Kepala Desa Bejiharjo Memotong Tumpeng Dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Desa. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Karangmojo – Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo yang ke -71, dengan tema “Kita Tingkatkan Semangat Persatuan Menunuju Masyarakar Desa yang Adil dan Sejahtera” berlangsung khitmat di Balai Desa Bejiharjo pada Minggu,( 11/6/2017).

Hadir dalam perayaan HUT Desa Bejiharjo ini Yanto, Kepala Desa Bejiharjo, segenap anggota Muspika Kecamatan Karangmojo, serta para tamu undangan yang terdiri dari berbagai lembaga dan tokoh masyarakat.

Peringatan hari jadi dimulai dengan uraian singkat sejarah berdirinya Desa Bejiharjo oleh Sujarwo panitia hari jadi. Dalam uraiannya disampaikan bahwa desa Bejiharjo dahulunya sudah ada tiga pemerintahan tingkat desa atau kelurahan pada saat sebelum Indonesia merdeka.

“Tiga kelurahan yaitu meliputi Kelurahan Kulwo yang terdiri dari 7 padukuhan yakni Gunungsari, Ngringin, Kulwo, Gunungbang, Seropan, Sokoliman 1, dan Sokoliman 2, yang saat itu Mangun Utomo sebagai Kepala Desanya,” jelasnya kepada Gunungkidulpost.com.

Lebih lanjut Sujarwo memaparkan, Kelurahan yang kedua yaitu Banyubening yang meliputi 7 padukuhan juga yakni Banyubening 1 dan 2, Karangmojo, Karanglor, Bulu, Gelaran 1 dan 2 yang pada saat itu ada Hardjo Sutasa sebagai Kepala Desanya.
Yang ketiga ada kelurahan Grogol yang membawahi 6 padukuhan yaitu Grogol 1, 2, 3, 4, 5 , dan 6 yang pada saat itu ada Sutidjo sebagai Kepala Desanya.

“Setelah kemerdekaan RI di proklamirkan akhirnya ketiga Kepala Desa dari tiga kelurahan tersebut sepakat untuk bergabung menjadi satu dengan semangat untuk mewujudkan pemerintahan yang kuat, mampu untuk mengatur daerahnya serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” paparnya.

Sementara itu, Yanto, Kepala Desa Bejiharjo juga menyampaikan bahwa asal mula nama Desa Bejiharjo diambil dari potensi desa yang mempunyai sumber alam berupa sumber mata air yang banyak dimiliki di wilayah ini, yang dimaknai sebagai Beji yang diharapkan akan menjadikan wilayah ini subur, makmur, masyarakat kerto raharjo yang dimaknai Harjo. Kemudian dari situ digabunglah menjadi Bejiharjo yang selanjutnya disepakati menjadi nama Desa.

“Berdasarkan kajian dari tim penelusuran hari jadi Bejiharjo, desa ini resmi berdiri pada Selasa Wage, 11 Juni 1946 Masehi atau bertepatan pada tanggal 11 Rejeb 1877 Je dan tanggal 11 Rojab 1365 H,” ucap Yanto.

Sejak itulah Pemerintah Desa Bejiharjo berlangsung sampai saat ini yang meliputi 20 Padukuhan. Untuk mengisi hari jadi Desa Bejiharjo, ada beberapa rangkaian acara diantaranya gerakan pengagungan di setiap padukuhan berupa gerakan kebersihan lingkungan, pemasangan bendera dan umbul-umbul.

“Ada juga gerakan pemukulan kentongan selama 1 menit pada tanggal 11 Juni pukul 06.00 Wib,” imbuhnya.

Ziarah kemakam para mantan Kepala Desa Bejiharjo juga menjadi agenda dalam mengisi hari jadi Desa Bejiharjo ini.

“Di puncak acara ada upacara dalam bentuk peringatan sederhana, karena saat ini bertepatan dengan bulan Ramadhan,” katanya.

Pihaknya menjelaskan, bahwa acara akan di gelar lebih meriah pada saat tidak di bulan Ramadhan yaitu dengan acara berbagai perlombaan serta kirap yang menampilkan kesenian budaya serta berbagai potensi dari setiap Padukuhan.
Harapannya seiring dengan bertambahnya usia, Desa Bejiharjo akan terus maju menjadi lebih baik, makmur dan sejahtera dengan mengelola segala sumber daya yang ada.

“Mari satukan niat, bulatkan tekat untuk meneruskan pembangunan di Desa Bejiharjo hingga menjadi Desa yang mandiri dan berbudaya,”pungkas Yanto. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post