Peringati Hari Sampah Nasional, Wakil Bupati Gunungkidul Turun Kelapangan Punguti Sampah

232 views

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Dalam Peringatan Hari Sampah Nasional 2019, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi turun ke lapangan memimpin aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Kukup, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kamis, (21/2/2019).

“Ubah stigma tentang sampah yang menjijikan menjadi benda berharga, karena sampahpun dapat dirubah menjadi barang yang bernilai ekonomis,” kata Immawan disela-sela kegiatan.

Immawan mengungkapkan, Ia kaget melihat sampah-sampah yang didaur ulang dan dijadikan barang bernilai ekonomis seperti tempat tisu, miniatur pohon dan bunga.

“Mari kita lebih peduli terhadap sampah. Ciptakan peluang usaha dari pengelolaan sampah,” ajaknya.

Menurut Immawan, peluang usaha pengolahan sampah cukup besar. Dari pencari sampah, pengrajin hingga penjual bisa mendapatkan keuntugan.Jika pengelolaan sampah dilakukan dengan baik dan benar maka barang yang semula hanya terbuang sia-sia itu dapat berubah menjadi barang bernilai ekonomis.

“Untuk mencapai itu semua diperlukan pelatihan serta pendampingan kepada masyarakat,” tambahnya.

Disingung mengenai sampah di kawasan pantai, Immawan mengaku prihatin. Sebab saat ini jumlah sampah di kawasan wisata sangat luar biasa peningkatannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Agus Priyanto mengatakan, produksi sampah saat ini setiap harinya mencapai 360 ton. Sedangkan kapasitan pengelolaan sampah yang ada hanya mampu menampung 36 ton atau 10%.

“Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah akan membangun tempat pengelolaan sampah akhir di Banjarejo,” kata Agus.

Kedepannya, Dinas akan berkomunikasi dengan 144 Desa di Gunungkidul agar pihak desa mempunyai bank sampah yang tersinergi dengan BUMDes.

Dalam acara peringatan Hari Sampah Nasional 2019 tersebut, Dimas dan Diajeng Gunungkidul bersama delapan orang pengiring tampil menyajikan busana yang terbuat dari sampah yang didaur ulang.

Dimas Diajeng tampil layaknya pasangan pengantin mengenakan busana yang dibuat oleh pegiat Bank Sampah yang tergabung dalam Perkumpulan Yogyakarta Green and Clean (PYGC). (Santi)

Related Post