Peringati Peristiwa Penting, Ratusan Kader PDIP Gelar Konsolidasi

153 views

Gunungkidulpost.com – Semanu – Puncak peringatan 22 tahun Tragedi 27 Juli 1996 silam ratusan kader PDIP Gunungkidul menggelar konsolidasi, di komplek Telaga Jonge, Desa Pacarejo Jumat (27/7/2018).

Acara tersebut mengenang peristiwa penyerbuan kantor Pusat Partai Demokrasi Indonesia di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat, yang banyak makan korban.

Pasca penyerbuan, banyak korban yang meninggal dan hilang. Prosesi diakhiri dengan pembakaran atribut kaos merah karena kaos tersebut dinilai telah mencelakakan perjuangan serta menorehkan tinta hitam perjalanan partai.

Rangkaian peringatan Tragedi 27 Juli tahun ini terasa istimewa. Sebab, tahun-tahun sebelumnya peringatan sejenis tidak pernah semeriah ini.

Berbagai orasi politik yang ditampilkan juga terang-terangan mendukung Joko Widodo untuk maju dalam Pilihan Presiden tahun depan.

“Ini bukan kampanye tetapi merupakan kegiatan memperingati peristiwa 27 Juli. Dimana saat itu bukan hanya campur tangan kekuasaan yang otoriter tetapi menujukkan upaya sistematis untuk mematikan demokrasi partai,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Krestiyanto saat ditemui Gunungkidulpost.com diacara konsolidasi partai.

Menurut Hasto, dengan peringatan tersebut diharapkan mampu menjadi pembelajaran kader PDIP untuk terus meningkatkan eksistensi.

Dari sinilah pihaknya mengajak ratusan kader PDIP untuk belajar bahwa demokrasi arus bawah itu menjadi inti sari dan sebagai jalan kerakyatan partai.

“Kami mengajak semua kader untuk menjunjung tinggi demokrasi arus bawah sehingga benar-benar memperhatikan aspirasi masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menuturkan, peringatan mengenang tragedi 27 Juli merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh partai.

“Memang kegiatan ini sebagai event tahunan jadi bukan kegiatan mengada-ada. Hanya saya pada kesempatan ini dihadiri langsung oleh Sekjen PDIP beserta jajaran petinggi partai,” tuturnya.

Disinggung mengenai adanya kegiatan berbau kampanye, Endah menampik hal itu. Bahkan menurut Endah, sebelum diselenggarakannya acara konsolidasi ini ia berkonsultasi kepala KPU sehingga diyakini untuk tidak ada muatan kampanye.

“Sama sekali tak ada muatan kampanye karena kami tidak ada pernyataan untuk memilih maupun mengajak masyarakat. Ini murni kegiatan rutin dan agenda tahunan partai dalam rangka peringatan mengenang peristiwa 27 Juli 1996 silam,” pungkas Endah. (Bayu)

Related Post