Petani Gunungkidul Enggan Jual Gabah

18 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Para petani di Kabupaten Gunungkidul hingga kini masih enggan untuk menjual hasil panen mereka dalam bentuk gabah kering panen (GKP).

Selama ini petani menjual panen mereka sudah diolah menjadi beras.

Seorang pemilik usaha penggilingan padi Unit Usaha (UD) Anugrah, Edi Sugiarto, mengungkapkan dirinya membeli gabah dari luar Gunungkidul, yaitu dari daerah Sragen, Klaten dan Sukoharjo.

“Kebanyakan masyarakat Gunungkidul tidak menjual gabahnya, karena hanya untuk konsumsi sendiri, dan untuk cadangan makanan” katanya kepada wartawan, Selasa (22/5/2018).

Menurut dia, untuk kapasitas maksimal usaha penggilingan padi yang ia miliki sebesar 20 ton atau 60 persen dari kapasitas tersebut berjenis beras premium.

“Untuk 20 ton biasanya akan habis selama 5 hari, kenapa kami menggiling 60 persen beras premium karena pangsa pasar di Gunungkidul banyak yang meminati beras premium,” jelasnya.

Ia mengaku senang atas kunjungan oleh petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag). Dengan ada kunjungan langsung turut membantu menginformasikan ketersediaan beras.

“Saya sangat senang kalau petugas mendatangi tempat produksi saya jadi petugas bisa tahu kondisi riilnya, Belakangan ini, tempat penggilingan saya turut menyuplai beras untuk Program Keluarga Harapan (PKH) di sejumlah kecamatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Metrologi dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Sigit Haryanto telah melakukan monitoring ke gudang pangan.

Dalam kunjungannya, mereka memastikan tidak ada praktik penimbunan beras.

“Tujuan kami adalah ingin memastikan stok saja, apakah aman atau tidak, serta memastikan tidak ada penimbuanan beras,” tutupnya. (G1)

Related Post