Petani Gunungkidul Setahun Akan Panen 2 Kali

image

BPTP Yogyakarta Saat Menghadiri Panen Raya. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dalam rangka mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai Sumber Pangan Dunia Tahun 2045, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi salah satunya dengan inovasi teknologi.

Peningkatan produksi padi jagung dan kedele (Pajale) merupakan bagian dari kegiatan pembangunan pertanian yang perlu di upayakan keberhasilannya guna memantapkan swasembada dan ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraaan petani.

Untuk itu, dukungan penyediaan dan penerapan inovasi teknologi untuk peningkatan produksi pajale akan sangat penting artinya guna mewujudkan sasaran pembangunan pertanian saai ini maupun kedepan.

Dikatakan Dr.Joko Pramono, Kepala   Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta bahwa di wilayah DIY, khususnya di Gunungkidul banyak dijumpai lahan sawah tadah hujan dan lahan kering.

“Sebagian area lahan pertanian tadah hujan sementara ini hanya diusahakan untuk menanam padi satu kali dalam setahun,” kata Joko kepada Gunungkidulpost.com, Senin, (22/5/2017).

Lebih lanjut Joko menjelaskan bahwa meskipun demikian,sebagian area lahan sawah tadah hujan dan lahan kering di wilayah Gunungkidul dinilai masih memiliki potensi untuk diusahakan budidaya padi, sehingga indeks pertanaman padi bisa ditingkatkan menjadi dua kali dalam setahun.

“Kita coba manfaatkan sumber air permukaan dengan diikuti dengan penerapan teknologi panen hujan seperti pembuatan embung, dam parit, pompanisasi air sungai,sumur ladang, sumur pompa maupun penerapan budidaya hemat air dan manajemen waktu tanam yang tepat,” ujarnya.

Sejalan dengan upaya mendukung penyediaan dan penerapan inovasi telnologi untuk peningkatan produksi pangan melalui peningkatan IP padi, BPTP Balitbangtan Yogyakarta bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, didukung TNI dari Kodim 0730 Gunungkidul secara partisipatif dengan Kelompok Tani Bendosari, Desa Wareng, Wonosari melakukan kegiatan demontrasi dan kajian penerapan teknologi untuk peningkatan IP padi dari 1 menjadi 2 dalam setahun dan itu hasilnya sangat memuaskan.

“Terbukti bahwa inovasi kita berjalan lancar dengan panennya padi di Desa Wareng pada musim kemarau ini,” tambahnya.

Dalam rangka memberikan inspirasi, motivasi, dan menyebarluaskan informasi hasil kajian dengan menyaksikan keadaan lokasi, pertanaman dan hasilnya di lapang kepada pemangku kebijakan, penyuluh pertanian setempat dan petani dari daerah yang memiki kondisi agro ekosistem serupa, akhirnya hari ini Senin,(22/5) melakukan temu lapang di lokasi Bulak Lor Polaman, Wareng, Wonosari.

“Temu lapang diselenggarakan oleh BPTP Balitbangtan Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Gunungkidul, Kodim 0730 Gunungkidul dan kelompok tani Bendosari,” pungkas Joko. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post