Petani Kesulitan Dapatkan Pupuk Bersubsidi

90 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sejak satu bulan terakhir sejumlah petani di wilayah kabupaten Gunungkidul mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi jenis Phonska dan SP 36.

Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut menghambat kegiatan pertanian yang selama ini dilakukan oleh para petani.

Salah satu petani di Kecamatan Playen, Mujiono mengatakan sebelum memasuki masa tanam, para petani mendapatkan sosialisasi dari pemerintah untuk mengurangi penggunaan pupuk urea.

Sebagai solusinya, para petani diminta mengganti pupuk urea dengan Phonska dan SP36.

“Pada awal sosialisasi kami diimbau untuk mengurangi penggunaan pupuk Urea karena bahan urea tinggi kandungan nitrogennya, dan membuat tanaman rentan terhadap serangan hama kresek,” kata petani yang menjadi anggota Kelompok Tani Sido Rahayu, Desa Playen, Kecamatan Playen Mujiono, kepada wartawan, Kamis (6/12/2018) kemarin.

Hanya saja, saat hendak melaksanakan anjuran dari pemerintah, para petani malah kesulitan untuk mendapatkan pupuk jenis Phonska dan SP36 tersebut.

Terkait dengan persoalan tersebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan ketua kelompok tani dan diteruskan ke penyuluh pertanian.

“Diperoleh informasi bahwa stok pupuk jenis Phonska dan Sp36 sudah habis, kami malah disarankan menggunakan pupuk urea kembali,” katanya.

Hal yang sama dikeluhkan oleh seorang petani asal Playen, Jumini. Dia mengaku sejak sebulan yang lalu dirinya kesulitan mendapatkan pupuk bersubdisi.

“Sebulan yang lalu saya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dan melah disarankan untuk menggunakan pupuk non subsidi,” ucapnya. (G1)

Related Post