Petani Menangis, Harga Gaplek Hanya Rp 600/Kg

774 views






Gunungkidulpost.com – Semanu – Kondisi pertanian di Gunungkidul semakin hari semakin surut. Pasalnya hasil panen ubi yang selama ini digadang menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi petani justru harga jual semakin anjok.
Salah satu petani di Desa Sambirejo, Kecamatan Semanu, Suharno mengatakan, semakin hari harga jual ubi semakin memprihatinkan. Hal itu tak sebanding dengan biaya perawatan dan biaya panennya.

“Memasuki minggu ke dua di bulan September ini, harga ubi menurun. Harga jual di pengepul hanya mencapai Rp 600 rupian per kilogram,” ketanya saat ditemui Gunungkidulpost.com, Senin (12/9/2016).
Dia menuturkan, dengan merosotnya harga tersebut yang dirasakan oleh para petani yang ada hanyalah tangisan kekecewaan belaka. Menurutnya, hasil panen selama ini belum mampu menutup semua pengeluaran biaya perawatan dan sewa tenaga dan kendaraan saat panen.

“Hasil panen hanya mencapai Rp 1 juta, sedangkan biaya perawatan dan sewa truk serta tenaga saja lebih dari Rp 800 ribu. Ya beginilah kondisinya mas,” ucap Suharno dengan nada kesal.
Hal senada juga dialami oleh Sugiyar dirinya menilai, turunya harga ubi yang selalu merosot merupakan permainan tengkulak dan pabrik. Dirinya berharap, pemerintah mau memberikan solusi supaya harga ubi menjadi naik dan tidak merugikan petani.

“Kami harap, pemerintah mau membeli ubi dengan harga yang layak. Sehingga petani tidak merugi,” tandasnya. (Bayu)

Related Post