Petani Resah Dengan Kondisi Cuaca Sekarang

522 views

(Foto: ilustrasi. Net)


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya membuat sebagian lahan petani tergenang air. Akibatnya tanaman yang tidak kuat dengan genangan air terancam mati.

Sudah sejak dua bulan terakhir sebagain petani mulai menanam kacang-kangan dengan sistem tumpang sari. Namun petani mengeluhkan akibat intensitas hujan tinggi yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Salah satu yang mengalami kesulitan itu adalah Kasido, petani asal Dusun Sumbermulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Dia mengaku kesulitan merawat tanaman jagung, kacang, tanah, dan kacang hijau akibat hujan yang sering turun dengan intensitas tinggi. “Tanaman itu butuhnya sinar matahari, kalau hujan terus seperi ini tanaman kedinginan dan kebanyakan air bisa-bisa mati,” katanya, Selasa (4/4/2017).

Benar, saja sejumlah tanaman jagung, kacang tanah, dan kacang hijau miliknya ada yang mati. Dia mengaku tidak dapat melakukan apa, kecuali mengantisipasi dengan membuat saluran air di lahan miliknya.

Kasido berharap dengan membuat saluran dan resapan air, genangan air yang ada saat hujan deras akan cepat surut. “Ya semoga dengan begitu tanaman bisa tumbuh dengan baik. Tapi ya karena sudah sering tergenang air mungkin nanti hasil panennya tidak akan maksimal,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi saat ini, pihaknya lebih menganjurkan petani untuk menanam padi. “Tanaman padi itu lebih tahan air, dan di Gunungkidul juga masih perlu meningkatan produksi padi,” katanya. (Heri)

Related Post