Pilkades Serentak, Suhut Akan Bertarung Dengan Istrinya

55 views

Gunungkidulpost.com – Saptosari – Persaingan sengit antar calon Kepala Desa akan terlihat pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (13/10/2018) besok.

Namun dari 30 desa yang akan menjalankan Pilkades, ada dua wilayah yang berbeda dengan peserta yang masih suami istri, yakni Desa Kepek, Kecamatan Saptosari dan Desa Dengok, Kecamatan Playen.

Suhut salah satu peserta Pilkades yang akan bersaing dengan Partini istrinya sendiri pada Pilkades Desa Kepek menyampaikan, pihaknya maju karena dorongan masyarakat yang mungkin masih percaya kepada dirinya.

“Sebelumnya saya menjabat menjadi Pj (pelaksana jabatan) Kades selama dua tahun,”kata Suhut, Kamis (11/10/2018).

Suhut menceritakan, setelah dirinya mendaftarkan diri, sampai hampir penutupan pendaftaran tidak ada pendaftaran peserta lainnya. Padahal sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Kepala Desa, calon minimal harus dua.

“Karena peraturannya begitu maka istri saya mendaftarkan dimenit terakhir. Dari pada mundur lagi, dan tidak ada pendaftar,” terangnya.

Usai pendaftaran dilakukan, serangkaian proses pun dilakukan, termasuk pengambilan nomor urut dimana Partini mendapatkan nomor urut 1 dan Suhut nomor urut 2. Hingga pada akhirnya pada pemaparan visi dan misi pada Minggu (7/10/2018) keduanya memaparkannya di balai desa secara bergantian.

Bahkan untuk kampanye suami dan istri ini tidak melakukannya seperti calon kepala desa lainnya. Tidak ada gambar yang dipasang karena mereka mengaku bahwa visi dan misi mereka sama.

“Poinnya hanya menciptakan suasana yang damai rukun dan adil, karena dari situ menurut saya sumber kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul Sudjoko mengatakan, tidak ada pertauran yang dilanggar jika ada suami istri maju dalam pikades serentak nantinya.

Sudjoko mengatakan, pihaknya bahkan telah mulai mendistribusikan surat suara hingga kotak suara ke masing-masing desa sejak, Rabu, (10/10/2018) kemarin.

“Satu hari sebelum pencoblosan, seluruh alat yang digunakan dipastikan sudah selesai didistribusikan,”ucapnya.

Sudjoko mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak Polres Gunungkidul, Kodim 0730, dan Satpol PP, untuk melakukan pengamanan terkait pelaksanaan pilkades serentak kali ini.

“Kami berharap, seluruh masyarakat yang desanya melaksanakan pilkades untuk mengguakan hak pilihnya,” tuturnya.

Sudjoko menyatakan, tidak ada lokasi rawan, namun demikian tetap semua harua mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya desa yang ada diperbatasan dengan desa lainnya yang tidak melakukan pemilihan kepala desa. Karena tidak ada pemilihan kemungkinan massa akan datang ke lokasi pemilihan.

Untuk pelaksanaan Pilkades serentak kali ini, Sudjoko mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp 2 Miliar dengan rincian Rp 30 juta hingga Rp 60 juta untuk masing-masing desa.

“Dana tersebut bersumber dari APBD Gunungkidul,” katanya. (Santi)

Related Post