Pindul Geger, Atiek Damayanti Kirim Surat Gugatan

390 views
image

(Foto: Dok Gunungkidulpost.com)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kasus mengenai polemik Goa Pindul masih terus terjadi. Kubu Atiek Damayanti melalui kuasa hukumnya Oncan Poerba mengirimkan surat gugatan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Sleman pekan lalu. 

Subagyo sebagai tersangka hingga kini tidak jelas nasibnya sehingga memicu upaya melakukan gugatan praperadilan.

Hal ini dilakukan setelah desakan mengenai kasus dugaan kesalahan pengelolaan objek wisata Gua Pindul dengan terlapor, Subagyo, haris Puirnawan, Bupati Gunungkidul Badingah, Wakil Bupati Imawan Wahyudi, Sekretaris Daerah saat itu Budi Martono. 

“Dari beberapa orang tersebut, hanya Subagyo yang dijadikan tersangka dan kasus diambil alih Polda DIY dari Polres Gunungkidul. Namun kasus berlangsung lama, sejak tahun 2014 tidak ada kabar, kabar terakhir justru muncul surat perintah penghentian penyidikan (SP3),” ungkap Oncan Perba, Selasa (14/11/2017) kemarin.

Pihaknya menerima informasi Polda DIY menghentikan penyidikan berkas Subagyo berdasar SP3 Nomor: S.Tap/4a/III/2015/Ditreskrimsus tertanggal 17 Maret 2015. 

Dalam informasi yang diterima Oncan, tim penyidik mengklaim SP3 diterbitkan karena kasus yang menjerat Subagyo atas laporan Atiek bukan merupakan perbuatan tindak pidana. 

“Setelah hampir dua tahun berunding, klien kami akhirnya memutuskan mengajukan praperadilan,” tandas Oncan.

Dia menganggap, upaya SP3 ini sangat janggal karena kasus yang diambil alih dari tim penyidik Polres Gunungkidul tersebut semestinya telah memenuhi unsur tindak pidana. 

“Pidananya apa, ya pengusahaan sumber daya air di Gua Pindul tanpa izin dari Atiek selaku pemilih lahan yang sah.Apalagi juga tidak berbekal izin usaha, izin lingkungan, dan Izin tata ruang sesuai ketentuan perundangan,” tegasnya.

 

Tidak hanya itu, dalam laporannnya, Atiek tidak hanya melaporkan Subagyo saja. Anehnya, yang dijadikan tersangka hanya Subagyo saja.

Oncan juga menyinggung pembentukan BUMDes yang akan menyelsaikan konflik Gua PIndul. Namun, yang terjadi lanjutnya, persoalan semakin runyam karena Atiek tetap tidak dilibatkan.

“Pungutan uang retribusi Gua Pindul sejak tahun 2010 hingga sekarang, juga tidak tahu alirannya. Klien kami selaku pemilik lahan yang sah tidak pernah dilibatkan,” tutupnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post