Polemik Pindul Rumit, Begini Reaksi Dinas

image

Kepala Dinas Pariwisata, Saryanto. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Wonosari -Polemik yang terjadi di obyek wisata Goa Pindul tak kunjung mereda, meski telah di buat surat kesepakatan yang telah di tandatangani oleh Badingah, Bupati Gunungkidul.

Hal itu dipicu saat ada salah satu sekretariat yaitu Gelaran Indah yang dirasa telah melanggar kesepakatan tersebut sehingga empat operator resmi obyek wisata Gopin yang terdiri dari Dewa Bejo, Wirawisata, Panca Wisata, dan Tunas Wisata protes dan menyatakan akan tetap mengurus dan mempermasalahkan hal ini.

Melihat kondisi yang semakin memanas, Saryanto, Kepal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) mengungkapkan bahwa ini hanyalah kesalah pahaman antar operator, yang seharusnya bisa diatasi tanpa harus saling berebut hingga berujung kericuhan.

” Coba kita kembali pahami, apa itu yang namanya Kelompok Sadar Wisata(Pokdarwis), yaitu kelompok yang merangkum anggota dan pelaku usaha wisata dalam satu wadah yang dinamai Pokdarwis, dengan fungsi utama memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi wisatawan,” jelas Saryanto kepada Gunungkidulpost.com, Senin,(8/5/2017).

Lebih lanjut Saryanto mencoba menerangkan bahwa Pokdarwis hanya mempunyai wewenang dalam batas pramuwisata, pemandu, pengelola parkir hingga kuliner, dan hal itu telah menjadi ketentuan pemerintah daerah.

“Untuk saat ini Gopin masih dalam status kuasa Pemkab, yang dalam hal ini Disbupar yang telah ditunjuk dalam pengelolaan daya tarik wisata, sehingga apabila konflik masih terus terjadi Disbupar punya wewenang untuk menutup obyek wisata Gopin,” terangnya.

Mengenai rencana bahwa obyek wisata Goa Pindul akan dikelola oleh desa, maka pemerintah desa harus terlebih dahulu membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan baru setelah itu bisa berjalan untuk mengelola wisata setelah ada keputusan dari Bupati. 

“Otomatis kalo obyek wisata Goa Pindul suatu saat telah dikelola oleh desa, maka surat kesepakatan yang dibuat oleh operator Gopin, dan telah di tandatangani oleh Bupati dan  Kapolres Gunungkidul menjadi tidak berlaku lagi,” jelasnya.

Kepada para operator Goa Pindul, Saryanto berharap mereka bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan adem ayem tanpa harus saling berebut hingga berujung kisruh.

“Jalin kerjasama antar pokdarwis, kembangkan destinasi wisata di daerah masing- masing jangan hanya terfokus ke Goa Pindul,” imbuhnya

Melalui media dia juga menyampaikan bahwa apabila BUMDes telah di bentuk dan di tetapkan untuk mengelola daerah wisata yang ada maka supaya pemerintah desa mengembangkan wisata- wisata yang lain yang terletak di desa Bejiharjo tidak hanya Goa Pindul  saja.

“Pemerintah desa melalui BUMDes cobalah membentuk paket- paket wisata yang mencakup seluruh obyek wisata yang ada di Desa Bejiharjo, sehingga semua obyek wisata bisa terlewati oleh wisatawan, dan tidak hanya ke Goa Pindul saja,” ujarnya.

Kalau hal itu dapat dilakukan oleh pihak desa, tentu obyek wisata yang lain juga akan ikut terangkat sehingga semua bisa sejahtera. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post