Produksi Padi di Gunungkidul Meningkat

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Produksi padi di Kabupaten Gunungkidul sampai bulan April 2017 mencapai 240.000 ton. Jumlah itu lebih banyak atau surplus 30.000 ton dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, dengan surplus produksi padi, kini Gunungkidul menjadi salah satu penyuplai pangan di wilayah DIY.  “Tahun ini surplus hingga 30.000 ton,” katanya Kamis (18/5/2017).

Pada subround I di periode Januari hingga April 2017 hasil panen padi cukup tinggi, yakni mencapai 240.000 ton. Sedangkan pada periode yang sama pada 2016 lalu hanya mencapai 210.000 ton saja.

Di samping itu target dari pemerintah pusat untuk lahan luas tambah tanam (LTT) padi tahun 2017 juga surplus. Dari target LTT padi Oktober – Maret seluas 58.224 hektare telah tercapai 58.779 hektare.

Menurutnya surplus produksi padi pada tahun 2017 ini tidak lepas dari keberhasilan petani dalam menerapkan sistem dan cara tanam yang tepat. Salah satu di antaranya dipengaruhi oleh penggunaan sistem irigasi Dam parit yang dinilai efektif dalam pengairan pada lahan tadah hujan.

Bambang menyontohkan salah satunya sentra produksi padi Desa Pulutan, lahan seluas 50 hektare hampir seluruhnya kini tidak lagi mengandalkan sawah tadah hujan. Namun para petani berinovasi dengan menaikkan air sungai maupun air sumur yang berada di persawahan dengan menggunakan mesin pompa untuk mengairi lahan persawahan.

Sistem irigasi dam parit tersebut terbukti mampu mendongkrak jumlah produksi hingga 6,4 ton per haktare atau lebih tinggi dari rata-rata. Inovasi yang dibuat dengan memanfaatkan air dari sungai ini dinilai mampu meningkatkan hasil pertanian dan akan terus dikembangkan.

Kepala Bidang Bina Produksi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono sebelumnya mengatakan, pada Februari kemarin saja produksi padi sudah mengalami kenaikan sebesar 20% dibanding tahun lalu.

Pada Februari, total produksi padi lahan kering atau padi gogo sudah mencapai 100% atau sekitar 209.260 ton gabah kering giling. Sementara,

“Jumlah panen untuk padi sawah sudah mencapai 65% dan diperkirakan total produksi sebanyak 54.6656 ton,”urainya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post