Program Garam Di Gunungkidul Baru Disosialisasi

192 views
image

Produksi Garam Di Gunungkidul. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul telah menggelar sosialisasi kepada sejumlah petani garam. Hal itu dimaksudkan untuk peningakatan program produksi garam kualitas import.

Kepala DKP Gunungkidul, Khairudin mengatakan rencana produksi garam dengan kualitas import kini terus dipersiapkan. Setelah beberapa waktu lalu Gubernur DIY meresmikan lokasi produksi garam di Pantai Sepanjang, Kecamatan Tanjungsari, diakuinya produksi garam di tempat tersebut belum optimal.

“Saat ini Kami sudah melakukan sosialisasi di Pantai Nguyahan, Kecamatan Saptosari,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Jumat (20/10/2017).

Menurut dia, untuk kecamata Tanjungsari memang masih terhenti karena curah hujan yang tinggi dapat mempengaruhi produktivitas garam.

Khairudin menerangkan, rencana produksi garam kualitas import itu nantinya akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY.

“Pendanaannya nanti dari APBD perubahan DIY 2017, dan APBD 2018,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Petani Garam Sepanjang Lestari, Priyo Subyo mengatakan saat ini produksi garam di Pantai Sepanjang berhenti sementara. Sejumah terpal yang biasa digunakan untuk tambak garam pun sudah tidak digunakan.

“Hujan menjadi kendala utama untuk memproduksi garam. Selain kondisi hujan, terpalnya sudah digulung dan sekarang lahannya itu ditanami jagung,” paparnya.

Dia menambahkan, selama ini untuk dapat memproduksi garam pihaknya masih sangat bergantung pada sinar matahari. Sehingga pada saat terik matahari berganti hujan seperti sekarang ini, pihaknya pun tidak dapat berbuat apa-apa. Terlebih lokasi produksi garam merupakan tempat terbuka dan tidak ada atap yang bisa menghindarkan dari air hujan.

“Kalau didukung peralatan yang memadai kami yakin kelompok kami dapat memproduksi garam dengan kualitas yang bagus. Tapi selama ini kan baru percobaan dan peralatannya belum memadai, sehingga produksi pun belum maksimal,” tutupnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post