Program Inovasi Desa Sarana Pembangunan Menuju Perubahan

139 views

Gunungkidulpost.com – Karangmojo – Bursa Inovasi Desa (BID) merupakan kegiatan untuk mendukung pemanfaatan Dana Desa (DD), melalui menu – menu yang disajikan dalam tiga kelas inovasi dari berbagai bidang diantaranya infrakstruktur, kewirausahaan, dan sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas DP3AKB PMD Drs.Sujoko S.Sos MSi saat menghadiri kegiatan BID Klaster Ledok Wonosari di lokasi Sasono Seni Budoyo Ndesone Mbah Gito, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo,Selasa,(16/7/2019).

“Dengan adanya BID diharapkan pemanfaatan DD dapat lebih maksimal dan mampu mengangkat potensi desa menjadi sumber daya yang lebih bermanfaat,” ujarnya.

Sujoko menyampaikan,di Kabupaten Gunungkidul sendiri BID dibagi menjadi tiga klaster yakni Klaster Gunung Sewu yang diikuti tujuh kecamatan yaitu Purwosari, Panggang, Tanjungsari, Tepus, Saptosari, Rongkop, Girisubo. Yang kedua Klaster Batur Agung yang dikuti enam kecamatan diantaranya kecamatan Ponjong, Semin, Ngawen, Nglipar, Gedangsari dan Patuk. Ketiga Klaster Ledok Wonosari yang diikuti lima kecamatan diantaranya Kecamatan Paliyan, Playen, Wonosari, Karangmojo, dan Semanu.

“Pengelompokan ini berdasarkan karakteristik setiap wilayah yang hampir sama. Harapannya per klaster masing-masing desa bisa mereplikasi terhadap inovasi-inovasi desa yang lain. Adapun tujuan BID ini yakni untuk memaksimalkan dana desa,”jelasnya.

Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dipamerkan dalam BID yakni kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang tetapi dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa.

Di Kabupaten Gunungkidul pembangunan desa lebih terfokus pada kegiatan infrastruktur seperti pembuatan rabat beton, pembangunan gedung dan lain sebagainya. Sedangkan, kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat porsinya dalam APBDes masih sangat minim.

“Oleh karena itu, Program Inovasi Desa (PID) dimunculkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Staf ahli Gubernur DIY Bidang Ekobang, Drs.Tri Mulyono MM menyampaikan,inovasi yang diciptakan dalam BID memiliki tujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan, berkarya untuk orang banyak dengan sepirit dan tetap menjaga kearifan lokal.

“Selamat berkarya, selamat berbagi Ide untuk kemaslahatan umat dalam bursa Inovasi Desa,” tuturnya. (Santi)

Related Post