Proyek Molor, Rekanan Siap-Siap Kena Denda Dan Sangsi

368 views

(Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dipengujung tahun 2017, sejumlah proyek pemerintah terus dikebut.
Namun dari proyek tersebut terdapat empat proyek yang dipastikan molor dan tidak selesai pada tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Edy Praptono mengatakan empat proyek yang molor adalah proyek pembangunan RSUD Saptosari, sanitasi kamar mandi dan wc Pantai Nguyahan, dan dua proyek pengairan,

“Ada empat proyek itu kemungkinan mundur karena belum selesai pada akhir tahun ini,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (28/12/2017).

Untuk proyek RSUD Saptosari senilai Rp14,5 miliar itu diperkirakan akhir tahun baru dapat selesai 99%. Kekurangan 1% untuk pemasangan papan nama, pembersihan lokasi dan penyelesaian akhir.

Untuk sanitasi kamar mandi dan wc Pantai Nguyahan senilai Rp350 juta baru selesai 90%. Sisa kekuranganya yakni pemasangan keramik dan tembok belum diplester. Sedangkan untuk dua proyek pengairan senilai Rp 200 juta baru selesai 50%.

“Dengan sejumlah proyek yang molor maka konsekuensinya pembayaran kepada rekanan hanya berdasarkan capaian yang dapat dilakasanakan pada akhir tahun,” jelasnya.

Sementara untuk kekurangan proyek harus diselesaikan dalam waktu 50 hari berikutnya dan rekanan mendapatkan penalti atau denda sesuai ketentuan yang berlaku.

“Rekanan harus menyerahkan uang jaminan sebagai tanda perpanjangan masa pengerjaan proyek tersebut,” ucap Edy.

Tambahnya lagi selain empat proyek yang dipasatikan molor, kini DPUPRKP sedang melakukan pendataan untuk sejumlah proyek Bina Marga yang kemungkinan juga mengalami keterlambatan.

“Jika proyek molor, maka rekanan bakal mendapatkan penalti atau denda,” tandasnya. (Bayu)

Related Post