Proyek Molor Rekanan Wajib Bayar Denda Perhari

151 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul telah memberikan sangsi terhadap kontraktor yang tidak dapat menyelesaikan proyek hingga batas yang telah ditentukan yakni pada akhir Desember 2017 lalu.

Sangsi yang diberikan yakni berupa pembayaran denda perhari sebesar Rp 850 ribu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Edy Praptono mengatakan empat proyek yang molor adalah proyek pembangunan RSUD Saptosari, sanitasi kamar mandi dan wc Pantai Nguyahan, dan dua proyek pengairan.

“Empat proyek yang molor akan kena denda dan kami meberikan jangka waktu hingga 50 hari terhitung mulai 29 Desember 2017 lalu,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Selasa (2/1/2018).

Untuk proyek RSUD Saptosari senilai Rp14,5 miliar itu diperkirakan dua pekan selesai. Sedangkan sejumlah proyek yang molor itu maka konsekuansinya pembayaran kepada rekanan hanya berdasarkan capaian yang dapat dilakasanakan pada akhir tahun.

Sementara untuk kekurangan proyek harus diselesaikan dalam waktu 50 hari berikutnya dan rekanan mendapatkan penalti atau denda sesuai ketentuan yang berlaku.

“Rekanan harus menyerahkan uang jaminan sebesar Rp 45 juta sebagai tanda perpanjangan masa pengerjaan proyek tersebut dan membayar denda perhari,” ucap Edy.

Tambahnya lagi selain empat proyek yang dipasatikan molor, kini DPUPRKP sedang melakukan pendataan untuk sejumlah proyek Bina Marga yang kemungkinan juga mengalami keterlambatan. (Bayu)

Related Post