Puluhan Anak Jadi Korban Pelecehan Seks, Ada Oknum PNS Yang Terlibat !!!

792 views
Ilustrasi Pelecehan Sekssual/net

Ilustrasi Pelecehan Sekssual/net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kekerasan terhadap anak dibawah umur  pada tahun ini cukup memprihatinkan, tercatat hingga dari bulan September terdapat sekitar 35 kasus. Jumlah kasus ini tergolong tinggi dari beberapa tahun terakhir. Ironisnya oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga terlibat dalam kasus cabul tersebut.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunungkidul Sujoko mengatakan, angka kekerasan per bulan September total ada sekitar 53 kasus. Dari jumlah tersebut, 35 kasus diantaranya merupakan anak dibawah umur dan perempuan. Sebanyak 30 kasus kekerasan seksual, dua kasus kekerasan psikis serta tiga kasus terjadi karena fisik.

“Kemungkinan hingga akhir tahun akan bertambah. Sebab pada tahun 2014 saja ada 41 kasus dan tahun 2015 terdapat 30 kasus,” katanya, kamis (6/10/2016).

Menurut Sujoko, kenaikan jumlah kasus itu berkat kesadaran msyarakat untuk melapor saat ini semakin tinggi. Mengingat pemerintah sendiri sudah memberikan ruang bagi masyarakat untuk lebih terbuka, diantaranya dari segi regulasi seperti adanya peraturan bupati untuk mencegah kekerasan terhadap anak. Sedangkan dari  segi kelembagaan, pihaknya memiliki forum yang menggandeng dari pihak desa hingga kabupaten.

“Ada juga kegiatan-kegiatan mewujudkan kabupaten layak anak yang penanganannya diikutsertakan SKPD terkait dan pihak kepolisian,” jelasnya.

Sujoko menilai, kekerasan kepada anak ini, para pelakunya mayoritas dari orang yang paling dekat mulai dari orang tua kandung maupun tiri. Rata-rata yang menjadi korban berumur dibawah 18 tahun. Selain itu, kasus ini juga yang menyeret PNS hingga pejabat.

“Sebenarnya ada, tetapi untuk pejabat maupun PNS yang terlibat kasus kekerasan anak kami rahasikan,” ungkapnya.

Agar mental anak yang menjadi korban kekerasan ini tidak berpengaruh lanjut Sujoko, pihaknya melakukan pendampingan baik secara psikis, hukum maupun kesehatan jika mengalami kekerasan fisik. “Untuk pelaku anak dibawah umur pun juga kita dampingi,” ucapnya. (Nena)

gunungkidulpost oknumpnsterlibatkasuscabul

Related Post