Puluhan Kelompok Reog dan Jathil Meriahkan Festival Kesenian Gunungkidul

848 views

image

Salah Satu Penampilan Kelompok Reog Dalam Ajang Festival Reog dan Jathil 2017. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Patuk – Dinas Kebudayaan Gunungkidul menggelar Festival Reog dan Jathilan tingkat kabupaten yang dilaksanakan  di kompleks Rest Area, Bunder, Patuk  mulai Selasa (25/4/2017) hingga Kamis (27/4/2017) mendatang.

Kepala Bidang Adat Seni dan Tradisi Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Ristu Raharjo mengatakan, tujuan digelarnya  festival diantaranya untuk memelihara dan melestarikan serta memberikan ruang khususnya untuk pengembangan seni pertunjukan. Disamping itu kegiatan ini untuk memberikan hiburan kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di Gunungkidul.

“Festival ini bertujuan mendongkrak dan melestarikan seni budaya di Gunungkidul,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.

Menurut Restu, nantinya pemenang festival berhak mendapatkan Piala bergilir dan uang pembinaan. Selain itu kedepan juga berkesempatan mewakili Kabupaten Gunungkidul diajang lomba tingkat DIY.

“Nantinya yang juara akan mewakili Gunungkidul maju ke tingkat propinsi,” bebernya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Krisna Berlian mewakili Bupati Gunungkidul mengatakan, pihaknya mengajak semua masyarakat untuk mendukung dan meningkatkan intensitas seni pertunjukan dengan mengadakan festival seperti saat ini. Dia berharap  para pekerja seni semakin meningkatkan kemampuan berkreasi, berinovasi, sigap dalam mengakomodir trend yang memanfaatkan teknologi dan fasilitas kesenian.

“Kami mengharap, melalui kegiatan ini dapat memompa semangat pekerja seni untuk terus mengembangkan kreasi seni pertunjukan di Gunungkidul,” ucapnya.

Dia menambahkan, selain menciptakan kreasi seni pertunjukan festival ini sebagai bentuk pelestarian budaya yang harus dilindungi, dikembangkan dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat kabupaten Gunungkidul.

“Kita harus mampu mengembangkan kesenian tradisional sebagai aset wisata budaya yang berpijak pada nilai – nilai kearifan lokal” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post