Puluhan Kelompok Tani Terima Bantuan Alat Pertanian

image

Puluhan Kelompok Tani Gunungkidul Mendapatkan Alat Pertanian. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sebanyak 24 Kelompok Tani di Gunungkidul telah menerima bantuan dari Dinas Pertanian berupa 9 Traktor R2 Impala, 9 Traktor R2 Capung benih Jagung Hibrida, Hands Sprayer, dan Pompa Air.

Bantuan diberikan langsung kepada Kelompok Tani yang terlebih dahulu telah mengajukan proposal kepada Dinas Pertanian, Jumat (26/5/2017).

Hal itu disampaikan Ir.Bambang Wisnu Broto, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Gunungkidul.

Bambang juga memaparkan bahwa musim tanam I padi di 2016/2017 di Gunungkidul telah berakhir dan selesai dipanen pada subround I periode Januari sampai April 2017 dengan luasan panen padi 49.699 Ha dan perkiraan hasil rata- rata ubinan 5 ton per Ha atau total 240.000 ton. Hasil ini lebih besar dibanding pada periode yang sama tahun 2016 yang hanya 210.000 ton.

“Keberhasilan ini dikarenakan kerja keras para petani didukung dengan musim hujan yang bagus dan kecilnya serangan hama dan penyakit,” jelasnya saat ditemui Gunungkidulpost.com.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa untuk subround II periode Mei sampai Agustus baru akan mulai panen pada minggu III Mei 2017 dan tercatat ada kelompok tani Sumber Makmur Ngaliyan, Pulutan yang telah melaksanakan panen inj sebagi panen padi perdana untuk subround II.

Pemerintah mencanangkan Program Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung, Kedele (Pajale) sejak 2015 dan sekarang bertambah untuk Upsus Bawang Merah Cabai (Babe) dan Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) pada tahun 2017 dengan adanya program UPSUS diharapkan tercapainya swasembada beras, jagung, kedele, bawang merah,cabai, dan swasembada daging sapi.

“Dukungan program dalam merealisasikan program UPSUS 2017 maka pemerintah memberikan bantuan berupa benih, alat dan mesin pertanian, serta rehab jaringan irigasi tersier padi,” tuturnya. Diharapkan kelompok tani yang menerima bantuan untuk membentuk UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) untuk lebih mengefektifkan penggunaan alat di masyarakat.

“Dengan adanya alsintan di UPJA maka masyarakat dapat lebih cepat dalam pengelolaan tanah, pemeliharaan tanaman, dan percepatan waktu panen sehingga akan berpengaruh pada tercapainya target tanaman padi, jagung, dan kedele,” pungkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post