Puluhan Nelayan Sampaikan Aspirasi, Masalah BBM Jadi Biang Keladi

95 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sejumlah nelayan pantai selatan Gunungkidul gerudug gedung DPRD Kabupaten Gunungkidul, Selasa (6/10/2019). Kedatangan mereka yakni untuk menyampaikan asiprasi mengenai BBM untuk nelayan.

Para nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) beraudiensi dengan Ketua DPRD dan Forkompimda Gunungkidul untuk menyuarakan kesulitan nelayan dalam mendapatkan BBM untuk melaut.

Sekretaris DPD HNSI Yogyakarata, Gamal Asgar memaparkan Gunungkidul sebagai pemangku pantai terpanjang di DIY dengan produksi perikanan mencapai 67% dari total produksi ikan di DIY. Namun dalam hal mendapatkan BBM sebagai sarana operasional melaut, para nelayan sulit untuk mendapatkannya.

“Kami akan memperjuangkan para nelayan untuk mendapatakan BBM bersubsidi,” paparnya.

Menurut dia, pihaknya sudah mendapat surat ijin rekomendasi kepala pelabuhan agar dipermudah mendapatkan BBM di SPBU. Selama ini nelayan merasa dipersulit untuk mendapatkan BBM yang diperuntukkan guna menunjang kegiatan melaut.

“Mencari ikan ditengah laut itu sulit, harus dipersulit dengan masalah mendapatkan BBM, lalu kami harus makan apa? BBM menjadi nyawa kami untuk mendapat kehidupan,” ujarnya.

Kondisi saat ini nelayan geram, pasalnya secara administrasi dan persyaratannya sudah komplit, namun fakta dilapangan para nelayan masih dipersulit.

“Bahkan kami harus kucing-kucingan dengan aparat demi mendapatkan BBM. Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kedatangan kami audiensi untuk menyampaikan aspirasi kami, mengenai kejelasan kami untuk mendapatkan BBM dengan mudah,” katanya.

Koordinator nelayan, Rujimanto mengaku para nelayan tidak bisa membeli BBM di SPBU yang ditunjuk dalam surat rekomendasi yang dibawa.

“Kami mencari BBM dengan rasa deg-degan walaupun sudah membawa surat rekomendasi untuk membeli BBM. Itupun ditolak dari pihak SPBU, tidak bisa melayani pembelian kami,” akunya.

Ia berharap kedepan nelayan dapat membeli BBM dengan cara yang mudah, dan aman.

“Dalam jangka pendak mohon dipermudah dalam mendapatkan BBM agar kami dpt berlayar. Dan bagaimana mengenai cara pembelian BBM bagi nelayan dan persyaratannya seperti apa. Untuk jangka panjangnya kami mohon ada SPBN untuk para nelayan khususnya melayani BBM yang tak perlu memakai surat rekomendasi dalam pembeliannya,” pintanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengaku siap untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi nelayan di Gunungkidul. Pihaknya akan segera menggelar komunikasi dengan Pemkab untuk melakukan audiensi dengan Pemerintah Propinsi. Sehingga permasalahan tersebut segera terselesaikan.

“Nelayan harus menaati peraturan yang ada dengan melengkapi surat-surat untuk mendapatkan BBM. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mempersulit para nelayan untuk mendapatkan BBM,” ujarnya.

Endah menuturkan, kedepan Kepala Pelabuhan harus mengerti kebutuhan BBM nelayan dalam satu bulan. Hal itu bertujuan kedepan tidak disalah gunakan oleh oknum yang mengaku nelayan dan akhirnya dijual eceran.

“Kami minta untuk HNSI juga harus menertibkan surat kelengkapan bagi nelayan yang memiliki kapal,” lanjutnya.

Mengenai rencana jangka panjang, Endah mengatakan akan menghidupkan kembali SPBN yang telah mati.

“Untuk rencana jangka panjang kami akan berusaha menghidupkan kembali SPBN yang mangkrak dan berusaha menambah SPBN untuk nelayan.” pungkasnya. (Falentina)

Related Post