Puluhan Pahlawan Veteran Gunungkidul Hidup di Garis Kemiskinan

831 views

image

Veteran di Gunungkidul. (Foto: Maya)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sudah 71 tahun Indonesia memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, sejak diproklamirkan pada tahun 1945 hingga saat ini bangsa Indonesia telah menikmati buah kerja keras dari para pahlawan, termasuk veteran perang RI. 

Namun sayangnya, meski puluhan tahun sudah berlalu Kantor Administrasi Veteran dan Cadangan atau Kanminvetcad IV/16 Kabupaten Gunungkidul masih mencatat setidaknya 20 veteran yang hidup dalam garis kemiskinan.

Pengatur hak kesejahteraan urusan cadangan Veteran Kantor Administrasi Veteran dan Cadangan atau Kanminvetcad IV/16 Kabupaten Gunungkidul Paula Sri Pancawarna mengatakan, dari data terakhir yang dimiliki masih terdapat 118 veteran yang masih hidup hingga saat ini.”Data dari kami gelar veteran yang mendapatkan SK dari kementrian ada sekitar 351 veteran, sedangkan yang masih hidup ada 118 pejuang,” katanya.

Paula Sri Pancawarna menjelaskan, dari ratusan veteran yang masih ada saat ini, pihaknya mencatat setidaknya masih ada 20 pejuang yang hidup dibawah garis kemiskinan yang ada.”Kita selalu berupaya memberikan bantuan kepada para veteran yang hidupnya dibawah garis kemiskinan,” jelasnya.

Salah satu veteran miskin yang berada di Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul ialah Sukijan (82), veteran Bataylon Diponegoro I Jawa Barat pada tahun 1965 tahun harus menghabiskan masa tuanya di rumah reot.

Rumah seluas 6 meter kali 9 meter yang terbuat dari anyaman bambu ini nampak sudah usang akibat termakan usia, disekitar bangunan rumah nampak tumpukan tomblok (kerajinan anyaman bambu red) yang tidak laku dijual.Maklum saja sejak tidak mengikuti perang mbah Sukijan terpaksa bekerja sebagai pengerajin tomblok yang penghasilannya tidak menentu.

Jangan membayangkan rumah pahlawan ini sangat mewah, didalam rumah hanya terdapat 1 Televisi berwarna hitam dan juga 1 audio Player yang dimanfaatkan mbah Sukijan sebagai hiburan bersama istri, anak, cucu dan juga mantunya.

Kepada Gunungkidulpost.com, Sukijan mengaku terpaksa harus tetap bekerja diusianya yang sudah mencapai 82 tahun dikarenakan faktor ekonomi.”Sebetulnya saya sudah dapat dana pensiun tapi sudah saya ambil dulu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tinggal 1 juta setiap bulannya,” kata Sukijan yang juga mengalami gangguan pendengaran tersebut.

Sukijan menjelaskan, hasil kerajinan tomblok nya tersebut saat ini tengah sepi pesanan, sudah sejak beberapa bulan terakhir tidak ada orang yang membeli kerajinan miliknya.”Saya juga bekerja sebagai tukang kayu, peralatan saya juga sudah komplit namun saat ini sepi aktifitas,” ungkapnya tegas.

Sukijan mengaku, meski hidup dibawah garis kemiskinan namun sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan bantuan rumah, padahal rumah merupakan tempat dirinya berlindung dari cuaca ekstrim yang saat ini terjadi.”Katanya saya sudah didata dan tahun 2017 nanti akan mendapatkannya, namun kita lihat saja nantinya seperti apa,” tegasnya.

Guna membantu perekonomian suaminya, istri Sukijan Romlah mengungkapkan dirinya juga bekerja diladang.”Lumayan mas hasilnya bisa buat makan,” kata Romlah.

Romlah hanya berharap, suaminya bisa segera mendapatkan bantuan agar kehidupan yang dijalaninya saat ini bisa semakin membaik.”Harapan saya bisa segera mendapatkan bantuan itu saja,” tutupnya.(Maya)  

haripahlawan veterangunungkidul

Related Post