Puluhan Pelajar Turun Kejalan Gelar Aksi Solidaritas

530 views








Gunungkidulpost.com – Wonosari – Puluhan pelajar SMK Kesehatan Giri Handayani menggelar aksi solidaritas terkait maraknya aksi peleceran dan juga kekerasan terhadap perempuan dan anak di titik nol kilometer Gunungkidul, Sabtu (17/9), siang. Dengan adanya aksi tersebut, mereka berharap agar keluarga, pemerintah dan juga aparat penegak hukum bisa mengambil sikap guna menekan angka kasus tersebut.

Pantauan Gunungkidulpost.com menyebutkan, aksi diawali dengan melakukan longmarch sejauh 2 kilo meter menuju titik nol Gunungkidul. Sesampainya dilokasi, satu persatu pelajar SMK Kesehatan Giri Handayani mulai melakukan orasi.

Selain menggelar mimbar orasi, puluhan pelajar tersebut juga melakukan aksi teatrikal yang menunjukan betapa kejinya aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dalam teatrikal tersebut, 2 orang siswi memperagakan aksi kekerasan terhadap 1 orang siswi.
Aksi diakhiri dengan memberikan brosur yang berisi mengenai pentingnya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Koordinator Aksi, Anggi Agustina kepada Gunungkidulpost.com mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai wujud prihatin masih banyaknya kasus pelecehan terhadap perempuan dan anak.”Publik ingat betul kasus Elisa Anggaraini yang diduga dibunuh oleh teman dengan ibunya sendiri.Dari kasus tersebut kita tahu bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak masih ada,” katanya.

Anggi Agustina menjelaskan, didaerah lain, kasus pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi momok yang menakutkan.”Adanya prostitusi anak dan juga beberapa kasus lainnya menunjukan bahwa kita harus peka terhadap kasus tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Anggi Agustina mengungkapkan, kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak sering kali dilakukan oleh orang terdekat.”Maka dari itu perlu adanya pengawasan bersama dari kita semua,” ungkapnya.

pihaknya menyayangkan, meski sudah ada payung hukum yang mampu untuk menjerat para pelaku kekerasan dan pelecehan, namun nyatanya kasus tercela tersebut masih saja terjadi.”Saya rasa pemerintah Kabupaten Gunungkidul maupun penegak hukum harus tegas menyikapi adanya kasus pelecehan seksual maupun kekerasan,’ terangnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya aksi tersebut, seluruh masyarakat, baik orang tua, pemkab Gunungkidul maupun penegak hukum mau bersinergi bekerjasama untuk menekan adanya kasus pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.”Kita berharap bahwa dengan adanya aksi ini, kedepannya masyarakat bisa sadar dan juga memahami akan pentingnya melindungi anak dan juga perempuan,” katanya.

Sementara itu, koordinator aksi lainnya, Indah Lestari mengungkapkan, guna menekan angka pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan harus dimulai dari diri sendiri.”Jika kita sudah sadar maka kita bisa mensosialisasikanya kepada teman – teman dilingkungan kita sendiri, sebab tanggung jawab akan kasus ini merupakan tanggung jawab kita semua,” terangnya.

Aksi yang dilakukan selama 2 jam tersebut mendapatkan simpati dari masyarakat, salah satunya Johan Dwi menurutnya kekerasan terhadap perempuan dan anak harus mendapatkan tinta merah dari jajaran pemerintah.”Kalau dibiarkan pasti akan merajalela,” tutupnya.(Maya

Related Post