Puluhan Ribu Warga Gunungkidul Tinggal DiRumah Tidak Layak Huni

149 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari -Upaya pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui program Bedah Rumah.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati tercatat ada 25.000 unit rumah tidak layak huni yang pantas mendapatkan bantuan.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Perumahan, DPUPRKP Gunungkidul Bambang Antono. Menurut dia, program bedah rumah sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi kemiskinan.

“Dengan adanya program bantuan bedah rumah dapat mengurangi kemiskinan, setidaknya dapat mempunyai dan menempati rumah yang lebih nyaman dan sehat.” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (16/9/2019).

Bambang mengaku pada tahun ini bedah rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dana APBD sebanyak 1.137 unit dan BPSP Satker pusat sebanyak 60 unit. Sementara itu untuk program RTLH APBD propinsi ada 1.942 unit dan APBD 134 unit.

“Dari data rumah tidak layak huni 25.000 unit sampai saat ini tinggal 17.000 unit yang belum terlaksana. Sementara BSPS yang 1.137 unit sudah hampir selesai seratus persen.” urainya.

Bantuan rumah tidak layak huni terebut senilai Rp 17,5 juta/unit yang berbentuk bantuan material senilai Rp 15 juta dan berupa uang untuk upah pekerja senilai Rp 2,5 juta.

“Rumah tidak layak huni berhak mendapatkan bantuan senilai Rp 17,5 juta. Disamping itu dalam pembangunannya harus ada kewajiban swadaya dari masyarakat sekitar.” jalasnya.

Bambang menambahakan rumah warga yang berhak mendapat bantuan bedah rumah harus mempunyai kriteria dilihat dari atap, lantai dan dinding atau biasa disebut aladin.

“Untuk kriteria rumahnya sendiri dapat dilihat dari atapnya rusak atau gentingnya yang tipis itu, lantai yang masih tanah, dan juga dinding yang masih anyaman bambu,” pungkasnya. (Falentina)

Related Post