Puluhan Siswa Ikuti Sekolah Kebinekaan

97 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sebanyak 45 siswa-siswi mengikuti Sekolah Kebhinekaan Gunungkidul Minggu (21/1/2018).
Puluhan siswa-siswi tersebut terdiri dari perwakilan GP Ansor NU, Fatayat NU, Pemuda Katolik, Klasis GKJ, BKS, Majelis Buddhayana Indonesia, PHDI, dan Forum Lintas Iman mengikuti Sekolah Kebinekaan.

Kegiatan sudah dilakukan sejak 28-29 oktober 2017 di Pura Bendo Ngawen, kedua di 25-26 November 2017 di Ponpes Al Mumtaz Putat-Patuk, dan 20-21 Januari 2018 bertempat di Wihara Jina Darma Siraman Wonosari.

Kepala Sekolah Kebhinekaan Gunungkidul, Christiono Riyadi, menuturkan, aksi yang dinamakan Gema Bhineka Gunungkidul atau Generasi Muda Kebhinekaan Gunungkidul ini hanya satu dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh Sekolah Kebhinekaan Gunungkidul.

Tujuannya tidak lain adalah untuk menanamkan nilai-nilai Kebhinekaan kepada generasi muda Gunungkidul.

“Kami ingin generasi muda kami belajar memahami identitas yang ada dalam perbedaan. Mereka dapat memahami perbedaan yang ada di masyarakat, sehingga terjadi udar prasangka, atau hilangnya prasangka buruk, rasa tidak suka, rasa benci, ujaran kebencian antar sesama,” kata Cristiono kepada wartawan.

Lanjutnya, dalam Sekolah Kebhinekaan ini siswa-siswi juga diajak tinggal di Pondok Pesantren, Pura dan juga Wihara, selama beberapa hari untuk dapat mengenal lebih dekat kehidupan umat beragama satu dengan agama yang lain.

Mereka diajak lebih dekat perbedaan antar agama satu dengan yang lain.

“Ini dilakukan sebanyak 3 tahab dan harapan kedepan semoga terpupuk rasa saling lebih bertoleransi dan kerjasama,” ucapnya.

Salah seorang siswi Sekolah Kebinekaan Gunungkidul, Afirose Hafida Sani, yang berasal dari Fatayat NU, mengatakan, melalui Sekolah Kebhinekaan Gunungkidul ini dirinya dapat memahami perbedaan bukan lagi menjadi jurang pemisah.

“Perbedaan baik agama, atau suku atau yang lain bukan lah sebagai pemisah, namun hal yang harus kita rawat,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Semoga kedepan kegiatan seperti ini akan berkelanjutan sehingga semakin bersinergi yang lebih baik antar umat beragama di Kabupaten Gunungkidul.

“Harapan kami kedepan supaya kegiatan ini semakin dipertahankan. Ini sangat bagus untuk memupuk persatuan dan kesatuan antar umat beragama dikalanga remaja,” tutup Badingah. (Heri)

Related Post