Puluhan Warga Adu Fisik Demi Gumbregan ‘Nyetrik’

image

Warga Rela Adu Fisik Demi Berebut Ketupat. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tradisi unik hingga kini terus dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Gunungkidul yakni Gumbregan.

Upacara adat tersebut, guna merayakan ulang tahun sapi-sapi mereka, dengan harapan dapat terus memberikan kehidupan bagi para petani. Seperti yang dilakukan oleh Warga Padukuhan Blimbing, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Selasa (26/9/2017) kemarin.

Ratusan warga dengan antusias melihat prosesi adat Gumbregan di Balai Padukuhan setempat.

“Kami percaya mendapatkan ketupat ini dapat memberikan berkah untuk kehidupan kami nanti. Kami juga telah menyiapkan ketupat untuk ternak kami di rumah,” ujar Sunarti, seorang warga Padukuhan Blimbingsari, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.

Gunungan setinggi dua meter penuh dengan ketupat telah disiapkan di tengah lapangan Balai Padukuhan.
Sementara itu para sesepuh desa mendoakan ternak, gunungan yang akan dirayah, serta harapan petani untuk setahun ke depan.

Usai doa selesai dipanjatkan, puluhan warga tua muda, lelaki perempuan, yang sudah mengerubungi gunungan langsung berebutan merayah isi gunungan yang dipercayai membawa berkah bagi siapa yang dapat mendapatkannya. Dalam sekejap gunungan habis dirayah oleh warga.

Sesepuh desa lalu menaburkan bunga kepada sapi-sapi milik para petani. Sembari mengelus-elus sapi, sesepuh desa memberikan makan ketupat yang telah didoakan untuk sapi-sapi para petani.

“Harapan kami agar ternak-ternak dapat tumbuh sehat dan berkembang biak, beranak pinak dan membawa rezeki bagi para petani,” paparnya.

Acara Gumbregan yang ada di Padukuhan Blimbing, Karangrejek, Wonosari, juga dimeriahkan dengan reyog tradisional, tarian gejok lesung, pentas tari, dolanan tradisional anak, hingga pegelaran wayang. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post