Puluhan Warga Kompak Tinggalkan Gas Melon

image

Warga Wukirsari Mulai Menggunakan Biogas Diri Tumpukan Sampah. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sebanyak 41 warga Di Padukuhan Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari hingga saat ini sudah tidak kebingungan lagi dengan adanya kelangkaan gas. Pasalnya warga memanfaatkan bahan bakar atau biogas yang berasal dari tumpukan sampah di Tempat Pengelolaan Akhir Sampah (TPAS) yang berada di dusunnya.

Salah seorang warga, Rubinem (68), mengaku sudah sejak beberapa tahun terakhir gas melon (LPG 3 kg) hanya dipakai jika biogas tidak bisa keluar dari pipa yang tersambung di rumahnya. 

“Setiap hari saya menggunakan ini (biogas), apinya seperti gas biasa (LPG) dan lebih mengirit biaya untuk beli gas,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Jumat (6/10/2017).

Namun demikian, jika musim penghujan tiba. Dirinya tidak bisa memanfaatkan gas, karena peralonnya terisi air. Setiap bulan untuk perawatan, dirinya bersama warga lainnya ditarik Rp 10.000, jauh dari harga gas 3 kg yang dijual sampai Rp 20.000 pertabung.

“Jika hujan biogas macet dan tidak bisa digunakan untuk masak,” paparnya.

Mesik begitu, namun penggunaan gas belum sepenuhnya merata di lingkup RT yang berdekatan langsung dengan lokasi TPAS. Jumlah kepala keluarga di lokas TPAS mencapai 60 orang sedangkan pemerintah baru memberikan 41 buah kompor biogas kepada warga. Hal itu dinilai belum sepenuhnya merata.

“Belum semua warga mendapatkan fasilitas biogas ini. Masih sekitar 19 KK yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa pemanfaatan gas ini,” ungkap salah satu warga lainnya,  Jumali saat ditemui Gunungkidulpost.com.

Pihaknya berharap, pemerintah segera memberikan pemerataan paket kompor biogas tersebut. Sehingga semua warga bisa rata merasakan pemanfaatan bio gas tersebut. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post