Pulung Gantung Bukan Faktor Penyebab Bunuh Diri Di Gunungkidul

image

Foto: istimewa

Gubungkidulpost.com – Wonosari – Kabupaten Gunungkidul yang dikenal dengan tingkat kematian yang tinggi akibat bunuh diri terkait mitos pulung gantung.

Namun menurut dokter Ida Rochmawati yang juga seorang psikiater sekaligus yang juga anggota satgas berani hidup Pemkab Gunungkidul tersebut menyatakan bahwa kini mitos pulung gantung bukanlah penyebab utama bunuh diri di Gunungkidul.

“Sebagai masyarakat disana saya melihat bahwa mitos itu (pulung gantung) sudah tak begitu kuat. Sudah banyak masyarakat yang tak percaya pada mitos ini. Ini karena faktor media saja yang senang memberitakan hal ini,” tutur dokter Ida kepada Gunungkidulpost.com, Senin (10/7/2017).

Lebih lanjut, dokter yang bertugas di RSUD Wonosari Gunungkidul ini menyebutkan bahwa problema psikologis yaitu faktor depresi adalah penyebab utama munculnya bunuh diri disini.

Faktor depresi acapkali dipicu oleh perasaan para orang tua menjadikan kehadiran mereka sebagai ‘beban’ usia produktif. Hal ini acapkali menimbulkan pemicu munculnya bunuh diri.

Selain itu, faktor penyakit degeneratif yang biasa terjadi pada orangtua serta perasaan sendirian membuat kasus bunuh diri terjadi di Gunungkidul.

“Paradigma masyarakat sudah mulai berubah saat ini bukan masalah pulung gantung. Saat ini masyarakat sudah mulai logis, Tetapi memang masih ada yang percaya,” bebernya.

Masyarakat sudah mulai melihat depresi sebagai penyebab orang melakukan bunuh diri. Dia mengajak semua pihak untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, termasuk dengan orang yang depresi.

“Paling tidak jika menemukan, minimal dibawa ke petugas kesehatan. Tetapi, bagaimana petugas kesehatan konsern terhadap masalah ini. Tenaga kesehatan belum banyak. Perlu gerakan semua pihak. karena setresornya bermacam-macam, depresi butuh teman persoalan mau atau tidak orang untuk mendengarkan,”ujarnya.

 

Ida mengatakan untuk memudahkan masyarakat berkonsultasi, hari ini ada beberapa puskesmas yang sudah menjadikan kesehatan jiwa sebagai prioritas perhatian. Hal ini sangat membantu dalam upaya pemkab melakukan pencegahan bunuh diri.

“Misalnya di Puskesmas Paliyan dan beberapa puskesmas lain sudah terasa geliatnya,” pungkas Ida. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post