Puncak Kemarau Diprediksi Hingga September Mendatang

10 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, musim kemarau sudah terjadi sejak akhir April hingga awal Mei ini.

Sehingga puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus-September mendatang.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul berharap kekeringan di Gunungkidul tidak meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, bantuan air bersih yang akan dikirim akan diutamakan untuk kepentingan konsumsi, bukan untuk keperluan mencuci dan sebagainya didaerah rawan kekeringan.

“Intinya jangan sampai warga kesulitan air bersih. Kami akan kerahkan semua potensi yang ada,” ujar Edy, Minggu (20/5/2018).

Sementara itu, Staf Data dan Informasi, BMKG DIY, Indah Retno Bulan mengatakan pada Mei ini iklim wilayah DIY termasuk Bantul sudah masuk dalam periode kemarau.

Hasil monitoring BMKG DIY untuk beberapa wilayah di Bantul, seperti Imogiri dan sekitarnya sudah 20-30 hari terakhir tidak ada hujan. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus,

“Diharapkan kepada masyarakat untuk mulai menghemat air mengingat musim kemarau masih berlangsung,” ucap Indah.

Sementara itu, salah seirang warga Rongko Edi Wibowo mengaku, dirinya mulai cemas jika memasuki musim kemarau. Pasalnya untuk mendapatkan air bersih demi mencukupi kebutuhan bersama keluarganya dipastikan sangat.

Bahkan pada musim kemarau tahun lalu harus rela menjual hewan ternahnya demi mendapatkan air bersih.

“Tahun lalu saya menjual tiga ekor kambing untuk membeli belasan tanki air. Saat ini pun kami telah mulau menghemat air,” pungkasnya. (Heri Prastawa)

Related Post