Ramah Lingkungan, Warga Wonosari Mulai Beralih ke Rokok Elektrik

1411 views

Para pengguna vapor


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Isu kenaikan harga rokok yang akhir-akhir ini sedang terjadi, membuat para pencandu rokok konvensional aktif mulai beralih untuk mencoba rokok elektrik atau biasa disebut vapor. Rokok elektrik ini memang jenis rokok yang berbeda dengan rokok berbahan baku daun tembakau padat. Namun menggunakan alat vaporize dan liquid yang kemudian diubah menjadi uap, sehingga bersahabat dengan lingkungan.

Salah seorang pecandu rokok warga Wonosari, Rizki Muntoha mengatakan, sebelum adanya  isu terhadap kenaikan harga rokok. Dirinya langsung bergegas untuk beralih menggunakan jenis rokok elektrik. Ia menganggap rokok elektrik ini ramah lingkungan, karena asap yang dihasilkan akan menghasilkan uap.

“Semenjak mendengar berita akan adanya kenaikan harga rokok, saya beralih ke rokok elektrik selain praktis tetapi juga ramah lingkungan,” ujarnya kepada Gunungkidulpost.com

Menurut Rizki, saat ini para pecinta rokok elektrik masih dari kalangan menengah keatas, karena harga vaporizer belum dapat dikatakan terjangkau untuk masyarakat menengah kebawah. 

“Untuk alatnya saja berkisar antara Rp 750 ribu mencapai Rp 2 juta. Dan harga isinya mulai dari Rp 90 ribu hingga Rp 200 ribu dengan rasa yang berbeda-beda,” ucap pemuda berambut kerebo ini.

Hal senada juga diungkapkan salah satu warga Wonosari, Inug Budiarto, jika nantinya isu kenaikan harga rokok benar terjadi, maka dirinya sudah tak merasakan keresahan lantaran sudah menggunakan vapor untuk kebutuhan merokok. 

“Setidaknya gak masalah jika harga rokok akan naik, karena kami sudah menggunakan rokok elektrik,” ucapnya. (Bayu)

Related Post