Raskin Tertunda Dua Bulan

443 views
image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Distribusi Beras Untuk Keluarga Sejahtera (Rastra) atau lebih dikenal Beras Miskin (Raskin) untuk Kabupaten Gunungkidul terlambat dari jadwal yang ditentukan. Sehingga selama dua bulan terakhir terpaksa Raskin belum dapat dinikmati oleh masyarakat penerima manfaat.

Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Suyono, mengatakan, penyaluran Raskin biasa dilakukan pada awal tahun di bulan Januari. Dan setiap satu bulan sekali dilakukan pendistribusian.

Namun sampai dua bulan ini, bantuan pemerintah tersebut tak kunjung disalurkan oleh pemerintah pusat. Dia mengatakan, penyaluran raskin terhambat oleh penyiapan program lain seperti persiapan e-voucher yang memakan lebih banyak waktu dan anggaran.

“Januari biasanya sudah, namun kemarin ada penyiapan e-voucher itu jadinya mundur. Hingga sekarang belum tersalurkan,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Selasa (28/2/2017).

Kendati demikian pihaknya menampik jika distribusi raskin molor. Namun diakuinya, penyaluran raskin sampai tertunda dua bulan lantaran terhambat penyiapan program lain. Sehingga distribusi raskin baru akan dilakukan pada awal Maret, sampai April 2017 mendatang.

Sedangkan jatah raskin untuk dua bulan yang tertunda akan disambungkan pada bulan berikutnya.

“Paling cepat Maret, paling lambat April, rastra sudah terdistribusikan. Nanti untuk jatah dua bulan yang tertunda akan disambungkan bulan selanjutnya per 14 hari,” ujarnya.

Sementara itu, dia menambahkan, penerapan program baru voucher pangan atau e-voucher pengganti raskin belum dapat dilaksanakan di Gunungkidul. Kata Dia di seluruh DIY  baru Kota Jogja dan Kabupaten Sleman yang telah menerapkan e-voucher. “Untuk penerapan e-voucher, kami masih menunggu dari pusat,” ungkapnya. Oleh sebab itu, untuk sementara bantuan pemerintah masih menggunakan raskin yang diberikan setiap bulan, berupa bantuan beras.

Sementara itu, dia menambahkan, penerapan program baru voucher pangan atau e-voucher pengganti raskin belum dapat dilaksanakan di Gunungkidul. Kata Dia di seluruh DIY  baru Kota Jogja dan Kabupaten Sleman yang telah menerapkan e-voucher. “Untuk penerapan e-voucher, kami masih menunggu dari pusat,” ungkapnya. Oleh sebab itu, untuk sementara bantuan pemerintah masih menggunakan raskin yang diberikan setiap bulan, berupa bantuan beras medium dengan kuantitas masing-masing 15 kilogram.

Terpisah, Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Gunungkidul Immawan Wahyudi meminta agar data penerima sasaran raskin dapat tepat sasaran. Sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat secara merata.
“Data penerima raskin sebaiknya dapat dibenahi dan diupdate, sehingga tidak ada yang tidak kebagian hanya karena masalah data,” kata dia. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post