Rasulan Wujud Kelestarian Budaya, Bukan Penyimpangan

37 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pelestarian budaya warisan leluhur yang dinilai oleh masyarakat harus segera diluruskan.

Hal itu seiring dengan pemahaman masyarakat akan adat yang dinilai bertentangan dengan agama.

Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, CB Supriyanto mengatakan beberapa masyarakat masih salah menilai adat yang ada dengan sesuatu hal yang bertentangan dengan agama, padahal hal tersebut tidak benar.

“Masih ada yang menganggap bahwa adat itu musrik atau sebaginya, padahal itu warisan leluhur yang baik yang memberi pesan yang baik juga agar dapat menjaga sesama manusia, atau alam,” kata Supriyanto, Minggu (15/7/2018).

Menurut CB pemahaman tersebut harus dilakukan dengan pendekatan pelan-pelan ke masyarakat tidak bisa juga langsung. Perbedaan pandangan menurutnya memang masih ada.

Ia mengatakan salah satu adat istiadat yang baik dan patut dilestarikan salah satunya yaitu Rasulan, yang saat ini juga terus dilaksanakan di banyak dusun atau desa di Gunungkidul.

“Rasulan salah satu adat istiadat atau budaya yang ada dimasyarakat, dimana berbeda-beda setiap dusun atau desa penyelenggarannya, ada yang wayangan, jathilan atau penampilan seni budaya lainnya,” bebernya.

Salah satu Desa yang masih melestarikan kegiatan rasulan yaitu di Desa Kenteng, Ponjong, yang salah satunya dilakukan dengan kirab hasil bumi dengan berbagai kostum yang menarik perhatian warga.

Salah satu tokoh masyarakat Endah Subekti mengatakan meskipun belum seluruh dusun mengikuti acara rasulan tersebut, namun semuanya saling mendukung untuk keberlangsungan acara.

Ia mengatakan acara ini juga sebagai wujud rasa syukur terhadab berkah Tuhan. Selain itu juga pelestarian budaya.

“Ini bermula dari nafas gotong royong masyarakat, ini juga merupakan wujud pelestarian budaya,” ucap Endah. (G1)

Related Post