Ratusan Masa Bentrok Dengan Polisi, Dua Orang Tembak Ditempat

266 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Polisi mengadakan simulasi pengamanan jelang pemilihan umum (pemilu) 2019, di titik 0 km Alun-alun Wonosari, Jumat (22/3/2019) pagi.

“Jadi acara pelatihan ini merupakan rangkaian kesiapan kita menghadapi pemilu nanti,” ujar Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady.

Terdapat ratusan orang yang bertindak sebagai massa, sebagian merupakan anggota kepolisian juga.

Bertempat di titik 0 km, skenario pengamanan adalah ketika terjadi keributan saat massa pendukung salah satu calon tidak terima dengan jalannya Pemilu.

“Massa ini tidak terima akhirnya timbul keributan dan situasi inilah yang kami atisipasi kedepan,” terangnya.

Terdapat tiga tingkatan kondisi skenario yang menentukan pengamanan, yaitu aman, agak rawan, dan rawan.

Di tahap awal, akan diusahakan negosiasi oleh anggota Babinkamtibmas dan Babinsa. Jika situasi mulai memanas, satuan Samapta Bhayangkara (Shabara) akan diturunkan.

Gas air mata dan kendaraan water cannon juga mulai digunakan untuk menenangkan massa.

Ketika situasi sudah memasuki tahap rawan, giliran anggota Brimob yang dikerahkan. Tembakan-tembakan peringatan dan bahkan jika diperlukan, tembakan akan diarahkan kepada massa yang anarkis.

AKBP Ahmad Fuady menyebutkan, latihan serupa akan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan personelnya menghadapi pemilu mendatang.

“Latihan sudah kerap terjadi dan kedepan jika terjadi aksi keributan eh masa akan kami tindak tegas,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengapresiasi kegiatan simulasi yang dilakukan oleh jajaran Polres dan Kodim. Ia berharap pelaksanaan kampanye terbuka mendatang akan berjalan dengan tertib dan aman.

“Meskipun ini merupakan antisipasi, namun kita tetap harus waspada setiap pergerakan masa disaat kegiatan kampanye. Ia berharap, pelaksanaan kampanye jelang pemilu ini akan berjalan tertib man dan nyaman,” ucap Immawan. (Bayu)

Related Post