Ratusan Warga Lapas Gelar Buka Bersama, Ini Harapannya

135 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Wonosari, Kabupaten Gunungkidul mengikuti acara buka bersama dan pengajian, bersama kelompok pengajian Sabililhuda Jumat,(17/5/2019).

Teguh Suroso,Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Wonosari menyampaikan, kegiatan ini merupakan suport bagi kami semua, anak didik permasyarakatan maupun warga binaan.

“Ini merupakan suatu bentuk dukungan moral bagi mereka semua,”katanya disela-sela kegiatan.

Teguh mengatakan, keberhasilan anak didik permasyarakatan maupun warga binaan perlu adanya dukungan dari beberapa unsur diantaranya masyarakat, Pemerintah Daerah dan juga keluarga.

Menurutnya, dukungan dari keluargalah yang paling penting untuk mengembalikan mental mereka sehingga bisa kembali diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Khususnya untuk anak didik permasyarakatan, disini mereka tidak semuanya pelaku, mereka juga merupakan korban dari orang tuanya sendiri yang mungkin kurang mendapat perhatian ataupun faktor permasalahan keluarga lainnya,” terangnya.

Untuk itu, Teguh mengharapkan semua warga binaan termasuk anak didik permasyarakatan di lembaga permasyarakat ini benar-benar bisa taubat, belajar dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Sementara itu,Bupati Gunungkidul Hj Badingah S.Sos selaku ketua kelompok pengajian Sabililhuda mengatakan, khususnya anak -anak di lembaga permasyarakat ini perlu perhatian dan sentuhan hati dari seorang ibu.

“Tidak selamanya mereka memiliki kelakuan buruk, ada saatnya mereka akan sadar dan menjadi orang baik,” kata Badingah.

Menurutnya, pendidikan karakter bagi mereka di lapas inilah yang akan sangat bermanfaat. Tidak hanya dididik intelektualnya namun juga sepiritualnya sehingga ini akan menjadi bekal bagi mereka kelak saat masanya keluar.

“Anak-anak merupakan harapan kita semua,semoga setelah keluar mereka bisa melanjutkan sekolahnya dan kembali menjadi orang baik,” ujarnya.

Sementara untuk nara pidana dilapas inilah tempat pencerahan bagi mereka agar mereka benar-benar bisa berubah. Disini mereka dilatih berbagai ketrampilan yang nantinya bisa mereka kembangkan setelah mereka keluar.

“Semoga saatnya mereka keluar, keluarga dan masyarakat bisa menerima mereka kembali dengan baik,” tutupnya. (Santi)

Related Post