Rawan Konflik Antara Nelayan, Ini Penyebabnya

149 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kawasan pesisir Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul dinilai masih rawan terjadinya konflik.

Konflik terjadi di antara nelayan, mulai dari sabotase kapal hingga pembakaran kapal yang dipicu masalah persaingan dan pelanggaran izin menangkap ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin mengatakan, pihaknya mencatat sejumlah kasus konflik antar nelayan.
Di tahun 2007 lalu, adanya pembakaran kapal oleh nelayan.

Konflik lain terjadi di 2017 lalu, di mana rumpon milik nelayan disabotase oleh nelayan lain, dengan cara memotong tali pengingat sehingga alat penangkap ikan hanyut.

“Banyak konflik yang terjadi di kalangan nelayan di pesisir selatan, tapi memang tidak terekspos. Ini menjadi catatan bagi kami untuk segera bertindak,” ujar Khairudin, Kamis (8/3/2018) kemarin.

Lanjut Khairudin, konflik ini terjadi karena munculnya persaingan dalam hal penangkapan ikan sehingga terjadi unsur sabotase antar nelayan.

“Timbulnya konflik lantaran persiangan dalam penangkapan ikan,” bebernya.

Dia berharap, dengan adanya MOU antara Pemkab dengan nelayan ini akan menjadikan situasi menjadi lebih kondusif.

“Harapan kami munculnya kesepakatan ini akan menjadikan situsi di kawasan pantai selatan menjadi kondusif,” pungkas Khairudin. (Heri)

Related Post