Regenerasi Petani Minim, Pemkab Mulai Resah

10 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai khawatir kedepannya kalangan pemuda enggan menjadi petani.

Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, juga mengkhawatirkan pemuda saat ini yang kebanyakan enggan berprofesi menjadi petani.

“Kekhawatiran tetap ada tetapi di beberapa daerah anak muda membuat kelompok pertanian seperti di kelompok muda selametan kelor Karangmojo, kemudian di Semin lalu di Bleberan banyak anak muda yang menggeluti profesi sebagai petani,” terangnya, Rabu(11/7/2018)

Ia mengatakan para pemuda tersebut bergelut di pertanian hortikultura seperti bawang merah, cabai.

“Mereka belajar melalui perpustakaan desa di daerah mereka, lalu mereka mempraktekkannya dan dapat berhasil serta dapat menikmati hasil dari pertanian,” terangnya.

Disinggung mengenai dampak kekeringan bagi lahan pertanian ia mengatakan ada 18 hektar yang mengalami kekeringan jika di presentase hanya 0,18 persen saja.

“Total dari bulan mei masuk ke Juni total ada lahan pertanian 48 hektar tetapi yang hingga muso 18 hektar. Sebenarnya para petani sudah memprediksi kekeringan tetapi para petani tetap menanam dengan sisa air yang ada tetapi jika gagal akan difungsikan menjadi pakan ternak dan mereka tidak merugi,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Gunungkidul, Badingah mengatakan, perlu adanya regenerasi petani. Ia mengatakan dengan bantuan tersebut dapat meningkatkan produksi hasil pertanian dan dapat menyejahterakan petani.

“Banyak anak muda sekarang yang enggan untuk menjadi petani, kami tetap mengusahakan bantuan di bidang pertanian dengan alat-alat modern kerja fisik petani dapat dikurangi dan dapat menarik anak muda untuk bekerja di bidang pertanian,” terangnya. (G1)

Related Post