Revitalisasi Pantai Selatan Tak Bejalan Baik

67 views

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Pasca bencana sapuan gelombang tinggi pada 2017 lalu hingga sekarang program revitalisasi pantai selatan Gunungkidul dinilai tidak berjalan dengan baik.

Hal itu, membuat Wakil bupati Gunungkidul Immawan wahyudi akan melaporkan kejadian ini ke bupati.

“Sudah ada tim sejak 2017 tetapi hingga saat ini mereka tidak jalan, padahal janjinya dalam 6 bulan sudah selesai revitalisasi pantai,” kata Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, Minggu (22/7/2018).

Ia mengatakan dampak dari gelombang tinggi beberapa waktu lalu banyak aset warga seperti gazebo, warung rusak karena terjangan gelombang.

Namun sayangnya hal itu tak ada respon positif untuk diadakannya program revitalisasi.

“Perlu adanya penataan karena lapak-lapak dan gazebo milik masyarakat ini terlalu dekat dengan bibir pantai, jika ada gelombang tinggi dapat terkena sewaktu-waktu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY Aris Riyanta mengatakan penataan pantai mutlak harus dilakukan, karena tidak diperbolehkan ada bangunan apapun menutupi pantai yang nerupakan public spaces.

“Masyarakat memiliki hak untuk menikmati keindahan alam tanpa terhalang bangunan. Dalam hal ini pemkab akan mengendalikan tata ruang,” paparnya.

Aris mengatakan, proses revitalisasi harus jelas dan memiliki perda yang kuat. Dengan adanya perda, menurut Aris pemerintah menjadikannya sebagai aturan sehingga ada penerapan aturan untuk kepentingan bersama.

“Dengan adanya perda maka tata ruang pengelolaaan pantai dapat dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat yang melalui DPRD,” jelasnya.

Sementara itu pengelola wisata pantai Drini Banjarejo, Tanjungsari Marjoko mengaku siap jika kedepannya pantai Drini akan dilakukan penataan.

“Kami selaku pokdarwis berupaya semaksimal mungkin dalam penataan, seperti apa nanti master plannya kaminsiap untuk mengikuti,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post