Ribuan Umat Katolik Di Gunungkidul Serentak Gelar Minggu Palma

31 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Ribuan umat Katolik di tujuh Kecamatan Playen, Paliyan, Gedangsari, Patuk, Saptosari, Panggang dan Purwosari, Gunungkidul merayakan peringatan Minggu palma yang merupakan pembukaan sebelum memasuki pekan suci Perayaan Paskah di Gereja ST Yusup Bogor, Playen, Gunungkidul. Perayaan ini untuk mengenang kedatangan Yesus Kristus ke kota Yerusalem sebelum akhirnya dia disalib.

Misa dipimpin Pastor Paroki Bandung, Playen Rm Awan Widoyoko Pr yang sebelumnya didahului dengan arak-arakan dari kompleks SD Kanisius Bogor menuju gereja tempat ekaristi dilangsungkan.

“Daun palma memiliki warna hijau, adalah warna dari tumbuh-tumbuhan dan terjadi pada musim semi. Oleh karena itu simbol kemenangan dari musim semi atas musim salju atau kehidupan atas kematian, menjadi sebuah lambang amal dan registrasi dari pekerjaan jiwa yang baik,” kata Rm Awan Widoyono Pr dalam khobahnya, Minggu (14/04/2019).

Saat Minggu Palma, umat melambai-lambaikan daun palma sambil bernyanyi dan hal ini menyatakan keikutsertaan umat bersama Yesus dalam arak-arakan menuju Yerusalem. Hal tersebut juga memiliki makna dan tujuan yang akan dicapai pada masa yang akan datang dimana ada kedamaian dalam kehidupan manusia.

Peringatan Minggu Palma, gereja tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem melainkan juga mengenang akan kesengsaraan Yesus dan oleh karena itu, Minggu Palma juga disebut sebagai Minggu Sengsara.

“Adapun Pembacaan kisah sengsara Yesus dalam liturgi Minggu Palma dimaksudkan agar umat mengerti bahwa kemuliaan Yesus bukan hanya terletak pada kejayaan saat memasuki Yerusalem melainkan juga menenangnya pada peristiwa kematian Yesus di kayu salib,” imbuh dia.

Hal yang sama juga berlangsung perayaan Minggu Palma di Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari. Ratusan umat dengan khidmat mengikuti misa tersebut.

Romo Mikhael Irwan S.Pr
yang memimpin misa tersebut mengatakan Minggu Palma adalah hari peringatan dalam liturgi gereja Kristen Katolik yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah. Dalam kesempatan itu, ia mengajak umat Katolik untuk menjaga kerukunan menjelang pemilu 17 mendatang.

Sehingga ia berharap jalannya pesta domokrasi akan sukes damai lancar dan tenang.

“Kami mengajak umat Katolik untuk ikut menyukseskan pemilu dangan damai,” tutupnya. (Bayu)

Related Post