Sabet GelarJuara, Koperasi Tani Temui Bupati

image

Pengurus Dan Anggota Koperasi Tani Saat Menemui Bupati Gunungkidul, Senin (2/10) siang. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dua Peraih juara tingkat nasional yakni Koperasi Tani Ternak Margodadi dari Padukuhan Nglipar Kidul, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, yang meraih juara 1 lomba Kelembagaan Ekonomi Petani dan Sunarto sebagai peraih juara 1 dalam lomba Petugas Inseminasi Buatan melakukan audiensi di hadapan Badingah, Bupati Gunungkidul, Senin,(02/10/2017) di Ruang Rapat Bupati Gunungkidul.

Sebagai peraih juara 1, Mudakir selaku ketua Koperasi Margodadi menyampaikan bahwa Koperasi Margodadi yang telah berusiah 33 tahun ini kini sudah memiliki 60 anggota dengan omset 716 juta rupiah disetiap bulan.

“Saat ini Koprasi kita juga sudah memiliki gedung sendiri dengan total biaya pembangunan mencapai 260 juta rupiah, 75 %  biaya itu merupakan swadaya dari anggota,” jelas Mudakir dihadapan Bupati.

Keberadaan koperasi ini dinilai dapat memberikan manfaatnya kepada para anggota. Anggota dulu menjual ternak untuk peremajaan lewat blantik yang pembayaraan dicicil sehingga tidak bisa langsung digunakan untuk peremajaan, tatapi setelah melalui Koperasi pembayaran bisa dilakukan secara cash sehingga bisa langsung digunakan untuk peremajaan lagi.

“Dari segi kesejahtaraan, dahulu 56% anggota dalam keadaan pra sejahtera namun sekarang tinggal 14 % yang mengalami kondisi tersebut, tingkat pendidikan juga lebih baik, anggota sebagian besar sudah lulusan SMA bahkan ada yang Perguruan tinggi,” terangnya.

Hal ini menujukkan bahwa, keberadaan Koperasi nyata bisa meningkatkan kesejahtaraan anggota khususnya dan warga pada umumnya.

Mudakir berharap,  Pemerintah untuk bisa memberikan akses permodalan dengan bunga murah di Perbankan yang ada di Gunungkidul,  sehingga Koprasi bisa mengajukan pinjaman dengan bunga yang tidak terlalu memberatkan.

Menanggapai hal tersebut Badingah menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas apa yang telah mereka raih. Menurutnya dalam perlombaan juara bukan tujuan utama, yang paling penting adalah memberikan motifasi kepada kelompok agar terus maju dan berkembang sehingga anggota akan lebih sejahtera.

“lni merupakan terobosan yang dilakukan untuk memotong rantai blantik. Gotong royong, kejujuran,  kerja keras dan tepo sliro dalam kegiatan Koperasi merupakan modal utama masyarakat Gunungkidul untuk bisa maju,” tutur Badingah.

Bupati berharap, masyarakat bisa saling membantu dan berbagai kepada yang membutuhkan sehingga kesenjangan ekonomi di masyarakat akan terkurangi.

“Ini merupakan bentuk dukungan masyarakat untuk Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang bardaya saing maju mandiri dan sejahtara,” pungkas Badingah. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post