Sambangi Makam Mantan Bupati, Badingah Penuh Harapan

49 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Gunungkidul menggelar rangkaian ziarah ke makam Bupati Gunungkidul yang pertama, Almarhum Mas Tumenggung Pontjodirdjo yang berada di Pemakaman Umum Padukuhan Kerjo I, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong Selasa (11/06/2019) kemarin.

Hal ini dilakukan sebagai rangkaian acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ke 188.

Pada kesempatan tersebut,Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Azis Shaleh membacakan riwayat singkat dari Bupati Gunungkidul yang pertama tersebut.

“Awalnya Gunungkidul merupakan sebuah desa yang dihuni beberapa orang dan merupakan pelarian dari kerajaan Majapahit,” katanya.

Azis melanjutkan, desa itu di kenal bernama Pongangan yang dipimpin R Dewo Katong, masih saudara Prabu Brawijaya V Dewo Katong kemudian lantas pindah ke wilayah yang lain yakni Desa Katongan tepatnya 10 kilometer sebelah utara Pongangan. Sedang Pongangan itu sendiri merupakan hunian putranya Dewo Katong R Suromejo.

Prasasty yang terpampang didalam makam bupati pertama bertuliskan Wignya Manggalani Nata Hanyipta Tumataning Swapraja Surya Sengkala yang merupakan bagian dari catatan penting sejarah berdirinya Gunungkidul, karena makam ini merupakan cikal bakalnya Bupati pertama, Mas Tumenggung Pontjodirjo.

Dalam sebuah perjalanan Pongangan menjadi semakin sibuk, setelah itu R Suromejo pindah ke desa Karangmojo, hunian yang semakin ramai tersebut lantas terdengar oleh prajurit dan dilaporkan ke Raja Mataram, Sunan Amangkurat Amral berkedudukan di kraton Kartasura. Raja Mataram tersebut, berlanjut mengutus Senopati Ki Tumenggung Prawiropekso agar membuktikan kebenaran hunian yang didengarnya.

Setelah di telisik oleh mata mata dan sandi sandi kraton, ternyata benar bahwa ada penguasa daerah, sehingga utusan yang di pimpin Tumenggung Prawiropekso mendatangi mengajak kepada Ki Suromejo supaya datang ke kraton untuk meminta ijin penguasa Mataram tersebut, sebab wilayah yang di huni merupakan kekuasaan kerajaan mataram.

Ajakan Tumenggung Prawiropekso kepada Ki Suromejo mendapat tanggapan dingin, bahkan di tolaknya. Setelah ajakan di tolak, Tumenggung Prawiropekso utusan kraton Mataram melapor ke pada raja, karena menolak maka Kerajaan Mataram menggempur dan terjadilah peperangan yang mengakibatkan Ki Soromejo serta kedua putranya gugur.

Kekalahan ini di manfaatkan salah satu dari putra Ki Suromejo yakni Ki Pontjodirjo untuk menyerah, di mana saat itu berada di Ponjong, setelahnya Ki Pontodirjo takluk maka di percaya oleh Kerajaan Mataram, kemudian di angkat sebagai Bupati Gunungkidul pertama.

Pada tahun 1831 Tumenggung Pontjodirjo menjadi Bupati yang singkat, sebab terjadi pembagian wilayah Gunungkidul antara Kasultanan Ngayogyokarto dengan Mangkunegaran. Bupati pertama kemudian di gantikan oleh Mas Tumenggung Prawirosetiko, dan dalam perkembangan pula Bupati ini memindahkan pusat pemerintahannya ke wonosari yang semua di Ponjong.

Berdasarkan hasil oleh lacak tahun 1984, jelas hari jadi kabupaten Gunungkidul jatuh pada Jumat Legi 27 Mei 1831 atau 15 besar Je 1758, kemudian di perkuat dengan keputusan Bupati Gunungkidul No. 70/188.45/6/1985 tentang penetapan hari, tanggal, bulan dan tahun Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ditanda tangani bupati saat itu, KRT Sosro Hadiningrat pada tanggal 14 Juni tahun 1985.

Penetapan sebagai pusat pemerintahan pada 15 Agustus tahun 1950. Kemudian sesuai UU Nomor 15 tahun 1950 jo PP nomor 32 tahun 1950 pada saat masa pemerintahan dipimpin KRT Labaningrat.

Kabupaten Gunungkidul menyandang status sebagai salah satu daerah kabupaten yang berhak mengatur serta mengurus rumah tangga sendiri serta masuk Daerah Istimewa Yogyakarta, berpusat dan beribu kota di Wonosari.

“Bagaimana sejarah yang sebenarnya hingga kini masih banyak di gali dan tentunya bila ada warga lain yang mimiliki kaitan sejarah yang benar dan tepat maka tak ada salahnya bisa di tambahkan,” ujarnya.

Usai ziarah kemakam Bupati Gunungkidul yang pertama, ziarah dlanjutkan di makam Bupati Prof.Dr.Ir.H. Sumpeno Putro MSc di Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong. Dilanjutkan di Makam Bupati RM Pandji Hardjodipuro di Desa Semanu Kecamatan Semanu. Dilanjutkan di Makam Bupati Drs.H Yutikno di Kecamatan Nglipar dan terakhir di di makam pendiri Kabupaten Gunungkidul Ki Demang Wono Pawiro di Desa Piyaman Kecamatan Wonosari. (Santi)

Related Post