Satgas Pangan Sidak Penjual Dagang Tiren Oplosan

25 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Polres Gunungkidul bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) pangan lakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penemuan daging babi yang dioplos dengan sapi serta adanya ayam tiren yang dijual di sejumlah Pasar di Gunungkidul.

Kasatgas Pangan Polres Gunungkidul yang juga menjabat Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengatakan, pihaknya akan lakukan penindakan jika memang ditemukan pedagang nakal yang sengaja menjual daging ayam tiren serta daging sapi yang dicampur daging babi.

“Ini baru proses penyelidikan, kami tindak tegas jika memang ada,” kata A kepada wartawan, Jumat (8/6).

Lebih lanjut, AKP Riko menuturkan jika memang ada ditemukannya daging tersebut, Satgas Pangan Polres Gunungkidul rencananya akan bekerjasama dengan Satgas Pangan Polda DIY.

Riko menambahkan, Kapolres Gunungkidul sebelumnya juga telah menginstruksikan pihaknya untuk lakukan pengawasan.

“Geger penemuan daging babi yang dioplos daging sapi sebelumnya juga pernah terjadi. Tepatnya di sejumlah pasar meliputi Pasar Playen, Nglipar, Pakel Baron, Pasar Munggi Semanu, dan Pasar Semin pada medio akhir 2015 hingga 2016. Untuk pasar utama di Argosari Wonosari masih steril, tak ditemukan oplosan,” tuturnya.

Riko mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terbuai dengan harga daging yang murah. Sebab hal itu patut dicurigai, karena dimungkinkan mengandung daging babi.

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Retno Widiastuti sebelumnya mengungkapkan dari monitoring rutin, pihaknya masih menemukan pedagang nakal yang menjual daging ayam tiren serta oplosan daging babi yang dicampur sapi.

“Kita mengambil sampel di seluruh pasar di Gunungkidul, dan ditemukan adanya oplosan daging babi, selain itu daging ayam tiren juga masih ada,” ujarnya.

Adapun dari 16 sampel, ada 14 yang positif oplosan daging babi. Modusnya lanjut Retno daging babi dicampur daging sapi kemudian dilumuri darah sapi.

Ditanya pasar mana saja yang masih ditemukan ayam tiren dan babi, Retno enggan menyebutkan.

“Tujuannya untuk menyamarkan bau jika ini daging babi,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post